BERITA BEKASI – Viral diakun Facebook bernama Carlisle Fitri yang memajang foto dua pejabat Kota Bekasi yakni, M. Solikhin dan Aceng Solahudin yang bernada kecewa dan ancaman.
Postingan Carlisle Fitri tertanggal 27 Desember 2025 itu mengancam Viral akan membongkar atau menguliti Kabag Bapenda Kota Bekasi Solikhin adik Ipar Walikota Bekasi, Tri Adhianto.
Satunya lagi, tulis Carlisle di dinding akun Facebooknya Staff Ahli Walikota Bekasi, Aceng Solahudin mantan Kepala Dinas BMSDA Kota Bekasi.
“Keduanya sulit disentuh Kejari Kota Bekasi, karena waktu menjabat para kontraktor sudah memberikan uang pelicin, tapi hanya dijanjikan paket proyek siluman,” sindirnya.
Kalian berdua, tulis Carlisle, masih tetap dipantau sehebat apapun kebohongan kalian menyimpan bangkai akan terbongkar Kota Bekasi harus bersih dari koruptor.
“Kalian berdua masih tetap saya pantau sehebat apapun kebohongan kalian menyimpan bangkai akan terbongkar Kota Bekasi harus bersih dari koruptor,” tegasnya.
Postingan Carlisle pun menuai beragam kometar dari para netizen diantaranya akun bernama Cucu Wahyudin yang menulis:
“Semoga..Ibu atau bapak-bapak KPK dan Jaksa Agung mewujudkan visi misinya untuk Indonesia maju bersih dari korupsi menuju Indonesia emas,” tulis Cucu.
Sementara itu, akun bernama Abank menyerukan “Bongkar….sikat bagi yang selalu menikmati penggarongan uang rakyat. “Gas terus kawal dara,” jawab akun bernama Satrio Wibisono.
Akun Danu Tirta juga mejawab “Jangan cuma bongkar, tapi ada buktinya ngak, tanpa bukti cuma angin lalu,” tulisnya mengingatkan dan memberikan semangat.
Sebelumnya, spanduk “Kami Tunggu KPK di Kota Bekasi” terpampang mulai dari Jempatan Penyeberangan Orang (JPO) hingga di depan Gedung Merah Putih KPK.
Spanduk tersebut, dipasang Elemen Masyarakat Kota Patriot (E-Maskot) yang mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan korupsi di Kota Bekasi.
Spanduk tersebut melawan spanduk yang lebih dulu muncul bertagar “Jaga Walikota Bekasi dan Menolak KPK Obok-obok Kota Bekasi yang belum diketahui siapa pihak yang bertanggung jawab. (Roni Mahendra)






