JNW Apresiasi Kejagung Usut Kasus Fasos Fasum di Kabupaten Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 25 November 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejagung RI

Kejagung RI

BERITA BEKASI – Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, mengapresiasi jika benar Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menelusuri dugaan penyimpangan aset fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos–fasum) disalah satu Kawasan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

“Kalau bicara asset tidak tercatat secara resmi di wilayah Kabupaten Bekasi banyak bahkan boleh dibilang sebagian besar mungkin sudah hilang. Ada juga asset-asset ini menjadi komersil yang tidak tahu sewanya kemana. Pastinya oknum,” terang Dede, Selasa (25/11/2025).

Selain itu, JNW juga mendapatkan informasi ada Tanah Kas Daerah (TKD) rislah dari pihak Pengembang Perumahan seluas 18 hektar kini tinggal kurang lebih 9 hektar, karena tidak ditemukannya risalah serah terima asset di arsip Pemerintah Daerah, karena masih berstatus Desa.

“Bicara asset tidak tercatat di arsip Pemerintah Daerah ini juga pernah dialami warga salah satu Perumahan di daerah Bulak Kapal yang memperjuangkan lahan fasos-fasumnya hektaran kalah, karena tidak dapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi itu sendiri,” ungkapnya.

Al-hasil, sambung Dede, warga Perumahan diwilayah Bulak Kapal dengan kuasa hukumnya, harus menelan pil pahit, karena lahan fasos-fasum yang diperjuangkan bersama mantan RW Perumahan tersebut selama bertahun-tahun kalah.

“Dalam perjuangannya bahkan mantan RW sempat dihukum 3 bulan penjara yang akhirnya dibebaskan ditingkat banding. Karena warga Perumahan hanya memiliki penyerahan fasos-fasum yang tidak tuntas, sehingga tidak tercatat sebagai asset milik daerah,” tuturnya.

Masih kata Dede, kejadian fasos-fasum yang hilang yang kini sudah dikuasai pihak lain untuk usaha komersil diatas lahan fasos-fasum milik salah satu Perumahan di Bulak Kapal tersebut sangat tragis, karena Pemerintah Daerah tidak memberikan dukungan terhadap warga dan kuasa hukumnya.

“Padahal warga dan kuasa hukumnya membela lahan fasos-fasum milik Pemerintah Daerah, tapi tidak mendapatkan dukungan. Lokasi itu sekarang sudah berubah menjadi Sertifikat Hak Milik atau SHM. Lumayanlah dapat tanah luas dan gratis,” sindir Dede.

Untuk itu, tambah Dede, perlu perhatian serius dari Bupati Bekasi untuk segera memebenahi dan menelusuri asset-asset milik Pemerintah Daerah yakni, Kabupaten Bekasi yang sudah banyak hilang atau tidak jelas statusnya.

“Kalau ini tidak segera dibenahi atau ditelusuri maka asset-asset Pemerintah Daerah milik Kabupaten Bekasi berupa lahan seperti fasos-fasum ini akan hilang dan menjadi santapan atau keuntungan bagi para mafia tanah,” pungkas Dede. (Hasrul)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB