Ini Kata Sekjen JNW Soal Press Room Wartawan di Kejagung Berubah Jadi Klinik

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Para Pewarta di Kejaksaan Agung Ngemper Tak Punya Ruangan

Photo: Para Pewarta di Kejaksaan Agung Ngemper Tak Punya Ruangan

BERITA JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) dinilai mulai alergi dengan keberadaan para pewarta dengan dirubahnya Press Room atau ruang Wartawan menjadi Klinik Kesehatan Korp Adhyaksa.

Hal tersebut dilontarkan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi yang prihatin dengan nasib para pewarta yang sehari-harinya meliput berita di Kejagung RI tersebut.

“Terus apa kata lainnya kalau bukan alergi dengan keberadaan wartawan di Kejagung sampai press room-nya dirubah jadi Klinik Kesehatan para Jaksa,” sindir Dede, Sabtu (22/11/2025).

Fakta itu, kata Dede berbanding terbalik dengan pernyataan Jaksa Agung ST. Burhanuddin bahwa “Pers adalah sahabat yang harus dijaga” saat menerima jajaran Pengurus Pusat PWI.

“Apanya yang dijaga maksud dari ucapan Jaksa Agung wong press room-nya aja dirubah jadi Klinik Kesehatan para Korps Adhyaksa. Ini fakta, bukan lips service,” sindir Dede.

Dikatakan Dede, keberadaan Wartawan dan Pers sangat penting dan strategis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

“Mereka berfungsi sebagai Pilar Keempat Demokrasi yang esensial untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, partisipasi public dan supremasi hukum,” tegasnya.

Untuk itu, kata Dede, keberadaan para pewarta atau wartawan khususnya di Institusi Kejagung RI adalah dalam rangka untuk memenuhi hak informasi public.

“Juga memastikan Kejagung masih tetap berfungsi sebagai Lembaga Penegak Hukum yang professional, adil dan tidak memihak,” tuturnya.

Untuk itu, tambah Dede, harusnya pihak Kejagung yang betul-betul memang menjalankan fungsinya sesuai harapan masyarakat pasti mendukung keberadaan para pewarta.

“Berikan fasilitas ruangan dan kemudahan akses informasi, terkait kinerja Kejagung. Bukan sebaliknya malah digeser secara halus. Inikan malah jadi pertanyaan ada apa dengan Kejagung,” pungkasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB