BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Tri Adhianto tidak perlu gerah dengan pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya yang menyatakan bahwa Bekasi salah satu daerah yang marak praktik jual beli jabatan.
Hal itu dikatakan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW) Dede Mulyadi menanggapi pernyataan Menkeu Purbaya saat Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2025 di Kemendagri pada Senin 20 Oktober 2025.
“Kalau soal tudingan Menkeu Purbaya itu sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Meski sulit dibuktikan, tapi orang sudah tahu lah khususnya di Kota Bekasi,” terang Dede menanggapi Matafakta.com, Selasa (21/10/2025).
Belum lama, kata Dede, pasangan suami istri yakni, Adik kandung Walikota Bekasi, Tri Adhianto yaitu Satia Sriwijayanti menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi. Sementara, suaminya, M. Solikin Ipar Walikota Bekasi, menjabat sebagai Kepala Bapenda.
“Apapun alasannya sulit untuk tidak dibilang KKN, termasuk jabatan Tri Adhianto selaku Ketua KONI Kota Bekasi dan istrinya selaku Ketua KORMI Kota Bekasi yang sarat dengan penyalahgunaan wewenang dan konflik kepentingan,” ujarnya.
Dikatakan Dede, UU Nomor: 3 Tahun 2005, tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 16 Tahun 2007 secara prinsip melarang pejabat publik atau struktural untuk merangkap jabatan di organisasi olahraga.
“Selain itu, Putusan MK Nomor: 27/PUU-V/2007, juga menegaskan larangan rangkap jabatan bagi pejabat publik dalam organisasi yang didanai APBN atau APBD. Larangan ini juga sejalan dengan prinsip tata kelola Pemerintahan yang baik,” tuturnya.
Dede berujar, posisi ganda ini dapat berpotensi memengaruhi keputusan alokasi dana, sehingga dana yang bersumber dari APBD yang notabene uang rakyat tersebut mungkin diarahkan secara tidak adil atau tidak sesuai peruntukannya juga rawan penyelewengan.
“Tak heran, kepercayaan masyarakat terhadap Walikota Bekasi semakin berkurang terlihat dengan adanya berbagai aksi dan laporan dugaan korupsi dan nepotisme yang melibatkan Kepala Daerah saat ini,” pungkasnya. (Ronny)






