BERITA JAKARTA – Tidak tertangkapnya buronan sekaligus tersangka perkara korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di PT. Pertamina, Mohammad Riza Chalid (MRC), Kejaksaan Agung (Kejagung) berpeluang bakal disidang secara in absentia (tanpa kehadiran MRC) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.
Kejagung melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Anang Supriatna mengakui adanya kemungkinan tersebut.
Anang mengatakan, penyelenggaraan sidang in absentia memiliki syarat ketat yang harus dipenuhi lebih dulu. Antara lain sudah dipanggil secara layak, baik saat menjadi saksi maupun tersangka. Juga sudah diumumkan buron secara nasional.
“Apabila prosedur hukum itu telah dijalankan dan MRC tetap tidak hadir, barulah opsi sidang in absentia bisa dilaksanakan,” tutur Anang Supriatna kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Kejagung menetapkan Mohammad Riza Chalid sebagai buron dan permohonan red notice ke Interpol sudah diajukan. Namun, upaya penangkapan tidak bisa dilakukan sembarangan mengingat posisi, Mohammad Riza Chalid diduga berada di luar negeri.
“Kami tidak bisa main tangkap karena ada kedaulatan Negara lain yang harus kita hormati,” ungkapnya.
Kendati demikian, Kejagung tetap terus menelusuri aset-aset Mohammad Riza Chalid yang berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang demi memulihkan kerugian Negara akibat korupsi Rp285 triliun lebih itu.
“Kejagung masih fokus menghadirkan yang bersangkutan dan memulihkan kerugian Negara melalui penyitaan-penyitaan atas aset-asetnya,” jelasnya.
Penetapan Mohammad Riza Chalid sebagai buronan pun sudah dilakukan. Kendati demikian, pengajuan masuk dalam daftar red notice masih dalam proses.
“Interpol dari NCB ini sudah meneruskan ke Interpol Internasional di Lyon. Kita tinggal tunggu terkait dengan MRC. Kita tunggu hasilnya,” ujar Anang.
Informasi perlintasan Mohammad Riza Chalid dari Imigrasi sendiri menunjukkan terakhir keberadaannya ada di Malaysia. Dia bahkan dikabarkan menikah dengan keluarga dari kerajaan. (Sofyan)






