BERITA BEKASI – Istri NM (43) istri MR sangkaan asusila anak angkat di Bekasi, merasa dikhianati ZA (22) yang diangkat anak sejak tahun 2005 saat ZA masih berusia 16 bulan.
“ZA terlahir kembar dan satunya berjenis kelamin laki-laki. Karena keterbatasan ekonomi ZA sempat ditawarkan kemana-mana ngak ada yang mau kecuali suaminya, MR,” terang NM, Selasa (30/9/2025).
ZA kata NM, sejak diangkat dari usia 16 bulan dibesarkan dengan penuh perhatian dan kasih sayang mulai dari kebutuhan hari-hari hingga pendidikannya.
“Saya sama suami MR memang belum dikarunia anak. Waktu mengangkat ZA ada perjanjian bahwa ZA akan dikasih tahu orang tua kandungnya saat mau menikah, karena perlu wali,” tutur NM.
Perubahan ZA, lanjut NM, mulai dirasa ketika ZA duduk dibangku kelas 2 Aliyah dan mengetahui bahwa kami bukanlah orang tua kandungnya.
“Tahunya itu karena abang kandungnya sempat datang ke sekolah ZA dan memberitahukan bahwa ZA, bukanlah anak kandung MR. Itupun saya tahunya dari suami saya MR yang cerita,” imbuhnya.
Sejak itulah, sambung NM, ZA sama MR ayah angkatnya semakin terlihat dekat dan kadang terlihat seperti tidak lazim. Misalnya kadang ZA suka meluk-meluk ayah angkatnya MR dari belakang.
“Sempat saya tegor ZA kamu itu sudah gede anak perempuan ngak pantas sama ayah begitu. Tapi ZA kaya ngak suka ditegor. Malah bilangnya kenapa kalau dekat sama ayah,” ucap NM menirukan ucapan ZA.
Ketika ditanya soal podcast yang viral terkait pengakuan ZA yang pernah dipergoki dilantai atas saat bersama MR hingga dapat perlakuan kasar darinya, NM menjawab tidak benar dalam menjelaskannya.
“Kalau itu bukan saya mergoki suami lagi mesum, tapi suami saya diminta tolong sama ZA untuk ngasi salep disekitar pahanya. Kan ada saya ibunya, karena ZA ngak sopan,” ungkapnya.
Ketika itu, kata NM, suaminya MR masih berpakaian lengkap dan ada kasar itu sifatnya spontan, karena kaget melihat ZA seperti itu sama ayah angkatnya MR. Masa ayahnya suruh oleskan salep disekitar paha.
“Jadi gambarannya bukan lagi mesum seperti apa yang disampaikan ZA pada sebuah podcast. Saat itu, suaminya MR juga minta maaf dan menjelaskan juga janji tidak akan mengulanginya lagi,” tuturnya.
Masih kata NM, perubahan ZA semakin jauh ketika dirinya bersama suami kembali mengangkat anak laki-laki. Disitu ZA sering melontarkan ucapan yang tidak suka kepada adik angkatnya.
“Saat itulah ZA mulai ngak betah dirumah. Setelah ZA duduk dibangku kuliah mulai jarang pulang, karena ngekos di Jakarta. Nah itu saya ngak tahu ZA sering whatsapp ke ayahnya,” ujar NM.
Kejadian ini, tambah NM, jujur membuat dirinya syok dan ngak nyangka dengan apa yang diutarakan ZA dihadapan keluarga besar. Begitu juga dengan suaminya yakni, MR.
“Ngakunya diperawani diusia 12 tahun masih SMP. Saya bingung saat usia segitu ZA, tidak terlihat mengalami perubahan apa-apa sama seperti umumnya anak-anak seusia dia,” tuturnya NM.
NM kembali berujar, perubahan ZA itu saat awal duduk di kelas 2 Aliyah mulai dewasa, karena terlihat mulai ada kedekatan sampailah dibangku kuliah. ZA kuliah ambil Jurusan Hukum Tata Negara.
“Justru disini saya yang merasa dikhianati ZA yang sudah membesarkannya dari kecil. Kalau ZA baru mengungkapnya sekarang, karena takut dan tertekan ngak ada fakta soal itu sebab baik-baik aja,” pungkasnya. (Ronny)






