Dugaan Korupsi Tuper DPRD Kabupaten Bekasi Naik Penyidikan

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Kantor Kejati Jawa Barat

Photo: Kantor Kejati Jawa Barat

BERITA BEKASI – Siapa PPK yang menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik atau KJPP untuk menilai kelayakan anggaran Tunjangan Perumahan (Tuper) DPRD Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hal itu dilontarkan Sekjen Jaringan Nusantara Watch (JNW), Dede Mulyadi, menyoroti dugaan korupsi Tuper yang kini sudah naik penyidikan di Kejaksaan Tinggi (Kejati), Jawa Barat.

“Siapa Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK yang menunjuk KJPP, Antonius Herutomo Djasmanuddin Robby?,” terang Dede kepada Matafakta.com, Selasa (30/9/2025).

Tentu, kata Dede, penyidik Kejati Jawa Barat, sudah ahli dibidangnya untuk mengungkap dugaan korupsi temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat.

“Perbup Bekasi Nomor: 196 Tahun 2022, Tuper yang diterima tiap bulan yakni Ketua Rp42,8 juta, Wakil Ketua Rp42,3 juta dan Anggota Rp41,8 juta,” jelasnya.

Hasil audit BPK menilai sewa rumah tersebut tidak wajar jika dibandingkan dengan harga pasaran yang dinilai fantastis jika dihitung dari jumlah Anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

“Berdasarkan survei BPK, harga sewa rumah yang berlaku umum, Ketua Rp22,9 juta sampai Rp29,1 juta per-bulan, Wakil Ketua Rp20,8 juta dan Anggota Rp15,9 juta per bulan,” imbuhnya.

Selain itu, BPK menilai Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi selaku Pengguna Anggaran Perumahan tidak memperhatikan harga pasaran dengan luas rumah sesuai standar yang berlaku.

“Kita akan pantau terus prosesnya. Ingat ini soal pengelolaan atau penggunaan uang rakyat ngak bisa seenaknya ditengah rakyat lagi susah,” pungkasnya.

Hingga berita ini ditayangkan Redaksi Matafakta.com belum mendapatkan jawaban dari RA selaku Sekretaris DPRD Kabupaten Bekasi. (Hasrul)

Berita Terkait

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara
Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan
Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji
Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum
Soal Perkara di Polda Kaltim, Alexius Minta Perlindungan Hukum ke Presiden dan Kapolri
Integritas Ketua Mahkamah Agung Tergerus Skandal Suap Zarof Ricar
Hakim Tolak Praperadilan Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 17:57 WIB

Kasus Ijon Proyek, Bupati Bekasi Nonaktif Divonis 6 Tahun Penjara

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Negara Rugi Rp26 Miliar, Kortas Tipidkor Bakal Usut Korupsi Bantuan Kementan

Kamis, 10 September 2026 - 20:54 WIB

Saling Bantah Antara Dito dan Eks Menteri Agama di Sidang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 1 September 2026 - 13:12 WIB

Eks Menteri Muhadjir Effendi Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji

Minggu, 30 Agustus 2026 - 22:17 WIB

Pengadilan Banding Lepaskan dr. Silvi Apriani dari Segala Tuntutan Hukum

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB