BERITA JAKARTA – Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, mensinyalir bahwa dua perusahaan, PT. Artha Kreasi Utama dan PT. Kartika Bina Medikatana, mendominasi proyek lelang bernilai fantastis di SKK Migas.
Sehingga ia menduga ada kejanggalan serius dalam pelaksanaan lelang yang diduga mengarah pada praktik monopoli.
“PT. Artha Kreasi Utama menguasai enam proyek lelang dengan total nilai kontrak mencapai Rp149 miliar. Sementara PT. Kartika Bina Medikatana sejak 2024 hingga 2025 meraih proyek layanan kesehatan aktif dengan nilai sekitar Rp223,8 miliar,” ucap Uchok, Kamis (25/9/2025).
Menurut CBA, proses lelang layanan kesehatan aktif yang diadakan SKK Migas setiap tahun terkesan janggal, karena hanya diikuti dua perusahaan yakni PT. Kartika Bina Medikatana dan PT. Fullerton Health Indonesia.
“Perusahaan lain berguguran. Kami menduga PT. Fullerton Health Indonesia hanya pendamping agar lelang tetap berjalan dan tidak dibatalkan,” ujar Uchok.
Untuk itu, CBA mendesak pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) segera melakukan penyelidikan awal terhadap dugaan praktik monopoli ini.
“Sebagai langkah awal, Kejagung bisa melakukan cek dan ricek terhadap IP address kedua perusahaan tersebut saat mengirim proposal penawaran ke SKK Migas,” saran Uchok.
Sebelumnya, sorotan terhadap SKK Migas semakin tajam setelah dugaan monopoli ini mencuat, menambah daftar panjang tantangan transparansi di sektor hulu migas nasional.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SKK Migas belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan CBA tersebut. (Sofyan)






