KOMPI Soroti Viral Dugaan Pelecehan Perempuan di Maskapai TransNusa

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi KOMPI INDONESIA

Foto: Aksi KOMPI INDONESIA

BERITA JAKARTA – Seorang penumpang penerbangan Maskapai TransNusa tengah menjadi viral di sosial media.

Pasalnya, diketahui sosok bernama Fatisah diduga menjadi korban pelecehan yang dilakukan oleh staf Maskapai TransNusa.

Kasus pelecehan itu, terjadi saat penumpang dari Maskapai TransNusa Fatisah mendapati kopernya muncul dibagasi Bandara Soekarno-Hatta dengan stiker yang tidak senonoh.

Menanggapi hal itu, Koordinator Koalisi Mahasiswa Pemuda Indonesia (KOMPI), Alfiansyah mengatakan, kasus itu tidak boleh dibiarkan dan tidak hanya cukup dengan teguran dan minta maaf.

“Ngak cukup cuma teguran dan permintaan maaf dari pihak Maskapai namun perkara tersebut harus ditindak lanjuti,” tegas Alfiansyah kepada Matafakta.com, Rabu (6/8/2025).

“Agar memberikan efek jerah kepada Maskapai yang melakukan perbuatan tidak etis kepada penumpangnya,” sambung Alfiansyah.

Apabila, kata Alfian, pihak manajemen Maskapai penerbangan TransNusa tidak dibenahi maka akan terus melakukan kesalahan yang sama.

“Buruknya pelayanan Maskapai tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dan kecerebohan manajemen. Padahal, faktor keselamatan dan kenyamanan dalam bisnis penerbangan adalah hal utama,” tuturnya.

Kasus seperti ini, lanjut Alfian, tidak boleh di reduksi pelanggaran etik Internal semata, harus ada proses hukum sebagai tindak pidana yang serius.

“KOMPI menghimbau seluruh Maskapai khususnya PT. TransNusa Aviation Mandiri untuk tidak menyelesaikan kasus pelecehan seksual hanya secara administratif atau didiamkan demi menjaga nama baik perusahan,” ujarnya.

“Tidak boleh teloransi dengan alasan apapun, kenyamanan penumpang terutama perempuan harus jadi prioritas. Insiden yang viral di media sosial itu dinilainya sebagai peringatan serius bahwa moda transportasi di Indonesia belum sepenuhnya aman, terkhususnya bagi perempuan,” tambahnya.

Dikatakan Alfiansyah, Negara wajib hadir menjamin keamanan dan kenyamanan perempuan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk di transportasi umum.

“Kami juga berharap Kementerian Perhubungan dan Aparat Penegak Hukum agar bertindak proaktif, cepat, adil dan transparan dalam mengusut kasus yang memalukan dunia penerbang di Indonesia ini,” ulasnya.

Publik pun berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama agar nantinya tidak ada lagi pelecahan di penerbangan Tanah Air.

Tuntutan Koalisi Mahasiswa Pemuda Indonesia (KOMPI)

  1. Mendesak Mabes Polri segera melakukan penyelidikan secara mendalam terkait kasus dugaan pelecehan penumpang oleh staff Maskapai TransNusa.
  2. Mendesak Menteri Perhubungan memberikan sanski tegas kepada maskapai TransNusa atas kelalaiannya dan kurangnya pengawasan sehinggah berakibatkan terjadinya kasus pelecahan tersebut.
  3. Evaluasi seluruh Jajaran Direksi maskapai TransNusa yang dinilai kurangnya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penumpangnya.
  4. Mengecam keras tindakan dugaan pelecehan staff maskapai TransNusa kepada penumpang, dan mendorong pemerintah untuk menempatkan keselamatan perempuan sebagai bagian utama. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB