Duh…!!!, Menangi Tender Proyek Miliaran di Kejagung Cukup Modal Kelihaian

- Jurnalis

Rabu, 9 Juli 2025 - 22:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi Kantor PT. Bangun Inspirasi Indonesia (PT. BII).

Foto: Kondisi Kantor PT. Bangun Inspirasi Indonesia (PT. BII).

BERITA JAKARTA – Tender proyek pengadaan barang dan jasa sangat nikmat untuk di korupsi. Sebab untuk mendapatkan proyek puluhan hingga ratusan miliar, konon tidak perlu bersusah payah. Peserta lelang hanya membutuhkan “kelihaian” untuk meyakinkan oknum panitia lelang.

Hal tersebut diungkapkan, Direktur PT. Binacitra Teknologi Indonesia (BTI), Husni saat dikonfirmasi ihwal tender proyek pengadaan perabotan kantor Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) Tahun 2022 sebesar Rp315 miliar maupun proyek serupa tahun 2025 senilai Rp25 miliar di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali.

“Soal bagaimana kami mendapatkan proyek di Kejagung, semua tergantung pada kelihaian staf kami,” ucap Husni saat dikonfirmasi Matafakta.com, Selasa (8/7/2025) malam.

Hal serupa juga dialami perusahaan kontraktor PT. BII. Sebab korporasi yang menyewa bangunan diarea perkantoran di Jalan Garuda No. 29 C, Kemayoran Jakarta Pusat, nyatanya mampu mendapatkan proyek meubelair untuk satuan kerja Inspektur Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejagung sebesar Rp1,5 miliar.

Saat dikonfirmasi, Pengurus PT. Bangun Inspirasi Indonesia (BII), Zulkarnaen membenarkannya bahwa perusahaan tersebut mendapatkan lelang proyek meubelair di Kejagung.

“Benar kami mendapatkan proyek di Kejagung,” aku Zulkarnaen, Rabu (9/7/2025) pagi.

Padahal, berdasarkan penelusuran media PT. BII sangat jauh dari kelayakan perusahaan. Selain kumuh dan tak tidak terawat juga tidak memiliki karyawan seperti pada umumnya perusahaan yang bergerak pada bidang perdagangan umum. Tapi anehnya PT. BII memperoleh proyek miliaran rupiah.

Parahnya lagi, PT. BII sarat misteri dari segi pengelolaan perusahaan dan penuh misteri dari segi mendapatkan order proyek meubelair di Kejagung.

Hal tersebut dapat terjadi lantaran saat pelaksanaan lelang hingga pemenang tender mendapatkan proyek tersebut, panitia lelang diduga tidak pernah melakukan verifikasi faktual lapangan. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB