Akun TikTok @tanpadusta Tebar Fitnah Eks Menteri LHK Siti Nurbaya

- Jurnalis

Jumat, 13 Juni 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akun TikTok @tanpadusta

Akun TikTok @tanpadusta

BERITA JAKARTA – Beredar narasi negative dari akun media sosial TikTok @tanpadusta0 berupa konten yang berjudul “Keluarga Perusak Raja Ampat” yang berisikan narasi bagian 1 “Manuver Ibu Menteri”, bagian 2 “Manuver Lihai Andes” dan bagian 3 “Sisi Gelap si Kancil”.

Dimana, pada bagian 1, memuat tuduhan kepada mantan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya yang disebut mengakali penempatan lahan konservasi Raja Ampat pada tahun 2017.

Pengamanan langsung yang dilakukan mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya dinilai memungkinkan Pemerintah, mengeluarkan izin tambang tanpa melanggar hukum meskipun berada di Kawasan Konservasi.

Hal ini, kata akun TikTok @tanpadusta0, dilakukan mantan Menteri Siti Nurbaya untuk memberikan “karpet merah” kepada anaknya, Ananda Tohpati.

Dibagian 2 konten tersebut memuat narasi Ananda Tohpati anak mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya, Ananda disebut, bertanggung jawab atas pengamanan dan pengawasan operasi dari 5 perusahaan yang beroperasi di Raja Ampat.

Sebagai imbalan dan pengawasan, akun TikTok @tanpadusta menyebut, Ananda Tohpati alias Andes berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp55 miliar perbulan dari setiap perusahaan atau Rp275 miliar perbulan atau Rp3,3 triliun pertahun.

Kemudian, uang itu disalurkan kesejumlah jaringan politiknya. Salah satunya ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dengan donasi itu, Andes diklaim berhasil mendapatkan dukungan penuh untuk menjadi Anggota DPR-RI 2024.

Terakhir, bagian ke-3 yang memuat tudingan bahwa Andes Kancil memiliki kehidupan mewah dan liar serta melakukan berbagai penyimpangan dikehidupan pribadinya.

Menanggapi hal tersebut, Kordinator Kemah Indonesia, Heru Purwoko mengatakan, narasi yang beredar hanyalah berisi fitnah untuk menyerang dan menyudutkan mantan Menteri LHK, Siti Nurbaya, Ananda Tohpati dan Ormas Islam terbesar Indonesia yakni, PBNU.

“Itu jelas fitnah. Sebab, semua informasi yang ditebar lewat akun TikTok @tanpadusta0 tersebut, sama sekali tidak ada yang benar alias hoaks dan fitnah yang luar biasa,” tegas Heru kepada Matafakta.com, Jumat (13/6/2025).

Dikatakan Heru, pemilik akun TikTok @tanpadusta0 sedang mencari sensasi murahan yang dengan sengaja membuat kegaduhan biar keadaan semakin panas dengan memanfaatkan isue negative terkait penambangan di Raja Ampat Papua.

“Selama 10 tahun menduduki jabatan Menteri LHK, Siti Nurbaya di era Presiden Jokowi, Siti Nurbaya dikenal bersih dan lurus,” jelasnya.

“Tidak pernah sekalipun aji mumpung untuk menguntungkan anak dan keluarganya apalagi sampai memberikan karpet merah. Jejak rekamnya selama memimpin 10 tahun on the track,” sambung Heru.

Ananda Tohpati, lanjut Heru, bisa terpilih sebagai Anggota DPR RI di Pemilu 2024, karena kerja keras panjang dan perjuangannya yang tidak patah semangat.

“Sebelumnyakan Ananda Tohpati  pernah ikut kontelasi Pemilu 2019 namun belum berhasil, tapi tidak membuat dirinya mundur dan dijadikannya sebagai pembelajaran untuk bisa meraih kursi DPR RI di Pemilu 2024 melalui Partai Nasdem,” tuturnya.

Heru menambahkan, terkait adanya tudingan pemberian suap sudah dibantah langsung Pengurus PBNU bahwa menurut Bendahara Umum PBNU, Gus Gudfan mengatakan, pihaknya tidak memiliki hubungan dengan sosok Ananda Tohpati yang menyalurkan dana ke PBNU.

“Kami bisa buktikan dengan data kalau kami sama sekali tak pernah menerima aliran dana dari tambang manapun,” ulasnya menegaskan.

Sementara, Gus Fahrur yang masuk dalam jajaran Komisaris di PT Gag Nikel turut membantah keras tuduhan berupa narasi negative yang disebar di media social melalui akun TikTok @tanpadusta0, tersebut. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:29 WIB

AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB