LAKSI: Tuntutan Reshuffle Menkop Tak Penting Bagi Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 6 Juni 2025 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menkop Budi Arie Setiadi

Foto: Menkop Budi Arie Setiadi

“Menkop Tengah Berjuang Untuk Kebangkitan Ekonomi Rakyat”

BERITA JAKARTA – Belakangan, isu perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat. Isu reshuffle Menteri seringkali digunakan sebagai alat politik untuk mengkritik kinerja Pemerintah untuk mengintimidasi atau menekan Presiden agar mau melakukan perombakan kabinet.

Hal itu dikatakan, Kordinator Lembaga Advokasi Kajian Strategis Indonesia (LAKSI), Azmi Hidzaqi menanggapi adanya tuntutan segelintir orang yang terus berusaha agar Menteri Koperasi (Menkop), Budi Arie Setiadi di reshuffle dari Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto.

“Ini merupakan sesuatu hal yang dapat menciptakan ketidakpastian ekonomi dan sangat mengganggu stabilitas politik. Padahal, kinerja Menkop Budi terus mendapatkan apresiasi dan dukungan dari rakyat, karena Menkop fokus bekerja untuk membangkitkan ekonomi rakyat Desa,” terangnya kepada Matafakta.com, Jumat (6/6/2025).

Menurut Azmi, ada pihak yang sengaja menyebarkan kegaduhan melalui isu resufle Menkop dengan tujuan agar bisa masuk ke dalam Pemerintah. Sementara, pihak Istana Kepresidenan sendiri menegaskan, isu reshuffle kabinet yang berembus kencang masih bersifat spekulasi dari pihak luar.

“Reshuffle adalah hak prerogatif Presiden. Jadi jangan ada pihak yang berusaha ikut terlibat untuk mendorong-dorong dan juga ikut mengintervensi Presiden. Dan jangan juga ikut-ikut mendesak-desak apalagi menekan Presiden, karena itu hak prerogatif Presiden,” ujarnya.

Lebih jauh Azmi mengatakan, tuntutan reshuffle kabinet saat ini merupakan rekayasa dari kelompok tertentu yang risih dengan capaian kinerja dan kebijakan Menkop dalam membangun perekonomian rakyat melalui Koperasi, sehingga mereka  berusaha terus mencari-cari celah agar Presiden dapat ditekan dan pada akhirnya terpengaruh opini mereka.

“Kami nyatakan bahwa bagi rakyat tidak penting untuk mengganti Menkop, karena yang mereka butuhkan saat ini adalah kebutuhan pokok rakyat dapat dengan mudah diatasi, dan ekonomi rakyat bangkit,” jelasnya.

Kelompok penyebar isu ini kerap kali hanya membangun narasi liar. Sering kali isu ini di gulirkan menggunakan data yang ngawur dan tidak sesuai fakta yang sebenernya, sehingga mengaburkan informasi yang akurat, mereka sengaja merusak reputasi dan kepercayaan publik terhadap kinerja Mentri Koperasi saat ini.

“Dengan beredarnya isu reshuffle ini, bisa menimbulkan kegaduhan dan polarisasi di masyarakat. Karena itulah, maka kami mengajak masyarakat agar tidak percaya dengan informasi sesat yang sering menuntut reshuffle Menkop ini,” ulasnya.

“Karena akan menggangu kinerja Menkop yang sedang fokus untuk membangung Koperasi Desa Merah Putih. Rakyat sudah muak dengan para gerombolan ini yang cuma bisa berteriak-teriak dan hanya memikirkan kepentingan pribadinya dan kepentingan kelompoknya saja,” sambung Azmi.

Dengan progres yang sedang di lakukan oleh Menkop saat ini, isu reshuffle sudah tidak relevan, karena kinerja Menkop sudah optimal dan tidak perlu juga mengganti Menkop. Kami melihat mMnkop betul-betul bekerja keras agar Kopreasi Desa (Kopdes) Merah Putih segera terbentuk di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, tambah Azmi, Menkop Budi Arie terus melakukan program prioritas Kemenkop antara lain swasembada pangan koperasi, pengembangan industri agromaritim berbasis koperasi, serta industrialisasi hilirisasi melalui koperasi.

“Kemudian, pengentasan kemiskinan, penggerak ekonomi rakyat, pemasok utama bahan baku, dan membantu Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar tambang. Oleh karena itulah kami sangat mendukung terobosan dari Menteri Koperasi semoga dengan ini Koperasi bisa kembali bangkit dan bisa menyerap produk pertanian dan peternakan untuk kebangkitan ekonomi rakyat kecil,” pungkasnya. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB