Eks OPM Berikrar Setia Kembali ke Pangkuan NKRI

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eks OPM kembali kepangkuan NKRI

Eks OPM kembali kepangkuan NKRI

BERITA PAPUA – Setelah bertahun-tahun hidup dalam pelarian bersama kelompok separatis, Yeremias Foumair, Komandan Batalyon (Danyon) Ayosami dari Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya, secara sukarela menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pengucapan Ikrar tersebut dilaksanakan di Kampung Fuog, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Kamis 15 Mei 2025 kemarin.

Keputusan Yeremias kembali setia kepada NKRI menambah deretan eks anggota OPM yang kembali ke pangkuan Negara, seiring intensifnya pendekatan persuasif dan peningkatan kesejahteraan di Papua.

Ikrar dipimpin langsung Dansatgas 501 BY Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto serta disaksikan Kepala Dinas (Kadis) Pendapatan Daerah, Maybrat Mellianus Saa saudara kandung Yeremias, Cosmas Foumair, tokoh masyarakat dan Kepala Kampung setempat.

Dalam keterangannya kepada aparat keamanan, Yeremias menyampaikan alasan dibalik keputusannya untuk meninggalkan kelompok separatis dan kembali ke pangkuan NKRI.

“Saya rindu bertemu istri dan anak-anak saya yang sudah hidup aman damai di Kampung. Saya bosan hidup di hutan penuh ketakutan dan penderitaan. Sekarang saya sadar, jalan kekerasan tidak membawa perubahan,” ujarnya.

Dansatgas 501 BY dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kembalinya Yeremias ke pangkuan NKRI dan menegaskan bahwa TNI hadir untuk membantu masyarakat dan mendukung pembangunan di daerah.

“Saatnya kita melakukan perubahan, dan selamat datang kepada Yeremias Foumair dan tentunya yang bersangkutan ingin hidup tenang dan damai, bisa beraktivitas dan tinggal bersama keluarga tercinta, sekali lagi terimakasih atas kesungguhan hatinya, karena ingin kembali ke pangkuan NKRI,” ucapnya.

Dukungan serupa juga datang dari Kadis Pendapatan Daerah Maybrat, Mellianus Saa beliau menekankan pentingnya pendekatan humanis yang dilakukan Satgas 501 BY dalam memulihkan kepercayaan masyarakat. Hadirnya Pemerintah disini untuk masyarakat yang dikendalikan oleh aturan dan perundang-undangan.

“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Satgas Yonif 501 BY yang telah memanusiakan manusia. Masyarakat yang tinggal dihutan atau Dusun dapat kembali ke pangkuan NKRI,” ujarnya.

“Satgas 501 BY ini lain dari yang lain, dimana mereka bisa melakukan pendekatan kepada saudara kita yang dihutan bisa kembali ke Kampung atau pangkuan NKRI, hal ini juga karena adanya kebersamaan kita dalam komunikasi yang baik,” pungkasnya menambahkan.

Sementara itu, Pangkoops TNI Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua berlandaskan pendekatan teritorial yang humanis.

“Negara melalui TNI hadir di Papua bukan untuk menciptakan konflik, tetapi untuk menjamin hak dasar seluruh Warga Negara Indonesia, termasuk masyarakat asli Papua, dalam memperoleh rasa aman, pembangunan yang adil dan perlindungan dari kekerasan,” jelas Mayjen TNI Lucky Avianto.

Ditempat terpisah, Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menegaskan bahwa kembalinya Yeremias Foumair ke pangkuan NKRI merupakan kemenangan nilai-nilai kebangsaan atas paham separatisme yang menyesatkan.

“TNI menghargai Yeremias Foumair untuk kembali kepangkuan NKRI. Ini bukan sekadar langkah pribadi, tetapi juga simbol kebangkitan kesadaran bahwa NKRI adalah rumah bersama,” ucapnya.

TNI tetap mengedepankan pendekatan humanis, dialogis dan profesional dalam setiap kegiatan, serta berkomitmen untuk melindungi hak hidup damai seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua.

“TNI tetap akan menerima dengan tangan terbuka apabila anggota OPM ada yang menyadari kesalahannya dan berniat kembali ke pangkuan Ibu pertiwi,” pungkas Kapuspen TNI di Mabes TNI Cilangkap pada Jumat 16 Mei 2025. (Wahyu)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB