BERITA JAKARTA – Mantan petugas lapangan biasa disebut Mantri BRI Unit Kebong Bawang yang merupakan terpidana kasus kredit fiktif di BRI Unit Kebon Bawang, Jakarta Utara, Anharuddin Abidin menyebut ada ide awal kredit fiktif.
Anharuddin divonis selama 3 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat 25 April 2025. Sebelum dipenjara karena korupsi, Anharuddin juga pernah bekerja di BRI sebagai Mantri Kebon Bawang sejak 2019 hingga 2023.
Anharuddin bercerita pada November 2022 ada gagasan jahat dari Mantri Ate Aprianti (konon DPO) yang kala itu saat sedang berbincang dengan Kepala Unit BRI Kebon Bawang, Desrizal.
“Kemudian Pak Desrizal memanggil kami soal pemenuhan target kerja yang belum tercapai,” ucap Anharuddin dihadapan Penuntut Umum, Azhary Arsyad Sulaiman dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Kamis (8/5/2025) malam.
Adapun Struktur Pengurus BRI Unit Kebon Bawang Jakarta Utara pada tahun 2022 adalah Kepala Unit BRI Kebon Bawang, Desrizal.
Kemudian Mantri Anharrudin Abidin, Heri Sugiarto dan Ate Apriyanti. Untuk customer service, Megawati Dewi dan Keniyo Fathan. Terakhir petugas teller Yunita Esa Putri Utami dan Ulfa Suci.
Setelah berkumpul, Ate melontarkan usulan untuk mengejar target kerja, maka dipergunakan 49 data nasabah kredit mikro BRI yang sudah lunas.
“Lalu kami cairkan tanpa sepengetahuan nasabah,” ulasnya.
Ide diluar nurul tersebut dilakukan Ate Aprianti atas ‘tekanan’ Antoni Bona Tua selaku Marketing Branch Manager BRI Cabang Tanjung Priok pada Oktober 2022.
Maklum saja, sebab pihak BRI Unit Kebon Bawang belum memenuhi target Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah ditetapkan oleh Kantor Pusat sebesar Rp2 miliar.
Dan sebagai motivasi, saksi Antoni Bona Tua juga menyampaikan apabila target yang telah ditetapkan berhasil tercapai maka jajaran Struktural BRI Unit Kebon Bawang akan mendapatkan bonus pada tahun berikutnya dari Kantor Pusat.
“Setelah pergantian tahun 2024 kami segera melunasinya,” ucap Anharuddin tanpa rasa malu.
“Jadi pada bulan November sampai Desember 2022 kami bayar angsuran kredit mikro nasabah. Dan pada bulan Januari, Februari, Maret 2023 kami harus segera lunasi. Agar terlihat laporan itu tercapai targetnya,” beber dia. (Sofyan)






