BERITA YOGYAKARTA – Ratusan orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) medatangi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada atau UGM, Selasa 15 April 2025.
Kedatangan mereka ke Fakultas Kehutanan UGM untuk mengklarifikasi perihal polemik ijazah mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Pada kesempatan itu, tiga orang perwakilan tim yaitu Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar, dan Tifauzia Tiasuma diterima untuk berdialog dengan pihak Kampus.
Selain mereka, ada juga tokoh senior yang ikut mendatangi Fakultas Kehutanan UGM yaitu Amien Rais dan Syukri Fadloli dari Yogyakarta.
Kehadiran mereka di Fakultas Kehutanan UGM adalah untuk melihat langsung bukti-bukti ijazah Jokowi di Kampus tersebut.
Dugaan ijazah palsu muncul karena mantan Presiden ke-7 RI tersebut tidak bisa membuktikan keaslian ijazahnya di Pengadilan.
Polemik seputar ijazah kembali mencuat setelah mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar meragukan keaslian ijazah dan skripsi Jokowi.
Rismon menilai penggunaan font Times New Roman dalam dokumen tersebut belum ada di era 1980-an hingga 1990-an.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam video berjudul “Ijazah Palsu Joko Widodo Berdasarkan Analisa Jenis Font dan Operating System” yang diunggah di YouTube.
Rismon berpendapat ini adalah bukti kuat untuk meragukan keaslian dokumen tersebut. Tudingan ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk UGM dan teman-teman seangkatan Jokowi.
Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang masih mempersoalkan tentang keaslian ijazahnya.
Mantan Presiden ke-7 itu menekankan bahwa siapa yang menuduh ijazah UGM-nya palsu adalah yang harus membuktikan.
“Ya dipertimbangkan untuk dikaji oleh pengacara, karena memang sudah disampaikan Rektor UGM, terakhir juga disampaikan Dekan Fakultas Kehutanan, kan sudah jelas semuanya,” pungkas Jokowi. (Nining)






