Inilah Wajah Peradilan Indonesia

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 20:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara MA, Prof. Yanto Dalam Konferensi Pers

Juru Bicara MA, Prof. Yanto Dalam Konferensi Pers

BERITA JAKARTA – Pimpinan Mahkamah Agung (MA) seolah tak berdaya mengatasi  perilaku para oknum Hakim yang bermental bromocorah.

Padahal MA, telah berupaya melakukan inovasi berbagai program aplikasi berbasis elektronik untuk meminimalisir pertemuan fisik antara Hakim maupun pihak berperkara.

Diantaranya sebut saja aplikasi E-Court MA, Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dan e-Berpadu.

Selain itu, MA juga telah ‘membentengi’ Gedung peradilan tertinggi di Indonesia dengan puluhan kamera CCTV dilingkungannya dan pembatasan tamu pencari keadilan yang akan berkunjung ke kantor MA.

Terkini, MA akan segera menerapkan sistem penunjukan Majelis Hakim berbasis teknologi robotik atau Smart Majelis di Pengadilan Tingkat Pertama dan Banding. Sistem ini sebelumnya telah diterapkan di MA.

“Dengan penerapan Smart Majelis, kami berharap potensi terjadinya korupsi Yudisial dapat diminimalisir,” ucap Juru Bicara MA, Prof. Yanto dalam konferensi pers di Gedung Media Center MA, Jakarta, Senin (14/4/25).

Pernyataan ini juga disiarkan melalui kanal media sosial resmi MA. Namun hal tersebut tetap saja tidak membuat para oknum wakil tuhan itu muncul efek jera. Malah sebaliknya semakin ‘liar’

Sangking kesalnya dengan ulah oknum Hakim nakal, petinggi MA juga meminta aparat TNI dan sekuriti internal untuk menjaga suasana Gedung tetap kondusif.

Untuk urusan rohani, MA juga kerap mendatangkan sejumlah pendakwah dan memberi wejangan kepada para Hakim, Panitera maupun Staff seusai beribadah.

Tetapi tetap saja mental kolusi para oknum Hakim tidak dapat diantisipasi pimpinan MA. Alasan klasik soal kesehjahteraan Hakim pun sudah diakomodir pihak Pemerintah. Inilah wajah Peradilan di negeri seribu Pulau. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB