BERITA JAKARTA – Pimpinan Mahkamah Agung (MA) seolah tak berdaya mengatasi perilaku para oknum Hakim yang bermental bromocorah.
Padahal MA, telah berupaya melakukan inovasi berbagai program aplikasi berbasis elektronik untuk meminimalisir pertemuan fisik antara Hakim maupun pihak berperkara.
Diantaranya sebut saja aplikasi E-Court MA, Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dan e-Berpadu.
Selain itu, MA juga telah ‘membentengi’ Gedung peradilan tertinggi di Indonesia dengan puluhan kamera CCTV dilingkungannya dan pembatasan tamu pencari keadilan yang akan berkunjung ke kantor MA.
Terkini, MA akan segera menerapkan sistem penunjukan Majelis Hakim berbasis teknologi robotik atau Smart Majelis di Pengadilan Tingkat Pertama dan Banding. Sistem ini sebelumnya telah diterapkan di MA.
“Dengan penerapan Smart Majelis, kami berharap potensi terjadinya korupsi Yudisial dapat diminimalisir,” ucap Juru Bicara MA, Prof. Yanto dalam konferensi pers di Gedung Media Center MA, Jakarta, Senin (14/4/25).
Pernyataan ini juga disiarkan melalui kanal media sosial resmi MA. Namun hal tersebut tetap saja tidak membuat para oknum wakil tuhan itu muncul efek jera. Malah sebaliknya semakin ‘liar’
Sangking kesalnya dengan ulah oknum Hakim nakal, petinggi MA juga meminta aparat TNI dan sekuriti internal untuk menjaga suasana Gedung tetap kondusif.
Untuk urusan rohani, MA juga kerap mendatangkan sejumlah pendakwah dan memberi wejangan kepada para Hakim, Panitera maupun Staff seusai beribadah.
Tetapi tetap saja mental kolusi para oknum Hakim tidak dapat diantisipasi pimpinan MA. Alasan klasik soal kesehjahteraan Hakim pun sudah diakomodir pihak Pemerintah. Inilah wajah Peradilan di negeri seribu Pulau. (Sofyan)






