BERITA JAKARTA – Kepala Biro Umum Yudi Gunawan dan Asep Maryono Biro Pelengkapan Kejaksaan Agung (Kejagung) enggan menanggapi konfirmasi yang diajukan Matafakta.com ihwal tender pengadaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung Utama Kejagung Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp315 miliar, sejak Senin 24 Februari hingga Selasa 25 Februari 2025.
Merujuk dokumen yang diperoleh Matafakta.com, diketahui PT. Binacitra Teknologi Indonesia (BTI) merupakan pemenang tender pengadaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung utama Kejagung pada Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp315 miliar.
Sebagai informasi saat pelaksanaan lelang berlangsung ada sekitar 57 perusahaan kontraktor yang mengikuti kontes lelang. Dari 55 perusahaan itu, hanya 2 perusahaan yang mengajukan harga yaitu PT. Binacitra Teknoogi Indonesia (BTI) dan PT. Sokka Global Mandiri (SGM).
Kemudian, PT. BTI memberikan harga tertinggi yakni Rp315 miliar. Sedangkan PT. Sokka Global Mandiri (SGM) dengan penawaran harga terendah yakni Rp309 miliar.
Tapi entah mengapa malah PT. BTI yang disetujui untuk pengerjaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung Utama Kejagung?
Padahal saat dilakukan penelusuran jurnalistik, Meidy petugas Ruko yang berada di Jalan Garuda Kemayoran Jakarta Pusat mengatakan, bahwa PT. BTI sudah tidak aktif lagi berdagang.
“Sudah lama tidak aktif lagi. Tapi terkadang ada karyawan namun lebih banyak tidak ada karyawannya,” ucap Meidy saat ditanya Matafakta.com soal keberadaan PT. BTI, Senin (24/2/2025).
Memang dilokasi terlihat saat media ini mendatangi PT. BTI pada Senin 24 Februari 2025, tidak ada kegiatan perkantoran pada umumnya. Hanya sunyi dan senyap.
Maklum, PT. BTI menempati lantai satu dari empat lantai yang tersedia. Dilantai dua ada kantor hukum dan lantai tiga perusahaan ketenagakerjaan menempati Ruko bernomor 29 C. Sementara lantai empat dipergunakan untuk menjemur pakaian.
Bahkan, pintu kantor kontraktor tertutup rapat. Berulangkali media ini mengetuk pintu kantor PT. BTI namun tidak ada jawaban dari sang penghuninya.
Kecurigaan semakin nyata dengan tampilan kaca kantor depan berwarna hitam dengan stiker kaca bercorak kotak-kotak menambah kesan aroma kejanggalan menyeruak.
Ada dugaan pengadaan meubelair, furniture, interior dan sarana prasarana Gedung Utama Kejagung tersebut disebut-sebut melalui Biro Umum Kejagung.
Sayangnya, hingga kini Matafakta.com masih berupaya meminta tanggapan melalui Kepala Biro Perlengkapan dan Kepala Biro Umum Kejaksaan Agung, namun belum ditanggapi. (Sofyan)






