BERITA JAKARTA – Wow…diam-diam kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, memiliki interior dan peralatan mebel kantor senilai Rp7 miliar.
Usut punya usut ternyata anggaran untuk membeli peralatan super mewah itu bersumber dari DIPA Kejari Jakarta Pusat Tahun Anggaran (TA) 2024.
Namun yang menjadi persoalan, bukan hanya harga kursi, meja atau interior di Gedung yang beralamat di Jalan Merpati Blok XII No. 5, Kemayoran yang tampak tergolong eksklusif.
Tetapi, keberadaan kontraktor PT. Global Sentra Niaga (GSN) yang berada di daerah Cengkareng Timur Jakarta Barat, tiba-tiba menghilang secara misterius.
Pasalnya, setelah selesai pengerjaan alat permebelan pada 6 September 2024, diduga PT. GSN sudah tidak lagi menempati Ruko Blok A-18 No. 30.
“Sudah pindah pak. Dan saya tidak tahu kemana pindahnya,” ucap Riyan petugas resepsionis 12 perusahaan dalam satu bangunan tersebut kepada Matafakta.com, Senin (17/2/2025).
Riyan mengaku, di Ruko tersebut tidak hanya PT. GSN, melainkan ada 12 perusahaan yang ‘bermain’ proyek pengadaan barang dan jasa milik Pemerintah atau Lembaga.
“Seperti PT. Milenia Multi Prakarsa, PT. Gelora Megah Sejahtera dan PT. Global Sentra Niaga,” ucapnya.
“Disini memang ada 12 perusahaan tender yang menempati empat lantai. Satu lantai bisa diisi dua sampai tiga perusahaan,” sambungnya.
Riyan menuturkan disetiap lantai Ruko di Cengkareng Timur akan disekat agar dapat ditempati 12 korporasi beragam rupa vendor amatiran.
“Dan karyawan akan datang pada saat dapat tender. Begitu juga dengan Direkturnya. Kalau mau ketemu Direktur harus janjian dulu,” tuturnya polos.
Riyan juga mengungkapkan, untuk pengadaan peralatan kantor seperti meja, kursi dan interior di kantor Kejari Jakarta Pusat, PT. GSN selalu berkolaborasi dengan vendor mebel lainnya.
“Disini memang ada beragam vendor dan banyak sekali yang menawarkan untuk bekerjasama dengan kami,” ulas Riyan.
Terpisah, Kepala Seksi (Kasie) Intelijen Kejari Jakarta Pusat, Bani Immanuel Ginting mengaku, tidak mengetahui persoalan pengadaan peralatan mebel dan interior kantor tersebut.
“Saya tidak tahu,” ucap Ginting singkat menjawab konfirmasi Matafakta.com melalui telepon selullarnya. (Sofyan)






