BERITA BEKASI – Jeritan Eva Meliani Pasaribu untuk menuntut keadilan dan penuntasan kasus peristiwa kematian ayahnya wartawan Tribrata TV, Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya cukup menyayat hati dan perasaan sesama Insan Pers atau Wartawan.
Hal itu dikatakan, Pemimpin Redaksi (Pimred) Media Online Matafakta.com, Mulyadi Effendi, menyimak beredarnya rekaman video Eva Meliani Pasaribu anak perempuan dari mediang, Rico Sempurna Pasaribu yang kini beredar luas.
“Keterlibatan oknum Anggota TNI Koptu HB (Herman Bukit) terungkap dipersidangan Pengadilan Negeri Kabanjahe, Kabupaten Karo pada Senin 16 Desember 2024 oleh salah satu terdakwa Bebas Ginting alias Bulang,” terang Mulyadi, Kamis (13/2/2024).
Fakta itu, lanjut Mulyadi terungkap dalam persidangan yang dipimpin Majelis Hakim, Adil Matogu Franky Simarmata yang beragendakan mendengarkan tanggapan Jaksa, Gus Irwan Selamat Marbun atas eksepsi terdakwa, Bebas Ginting alias Bulang.
“Pihak Kejaksaan Negeri Karo selaku Penuntut Umum harus melimpahkan berkas perkara yang berkaitan dengan Koptu HB agar segera ditindaklanjuti Pomdam 1 Bukit Barisan untuk diminta pertanggung jawabannya dimuka hukum,” tegas Mulyadi.
Dalam proses, kata Mulyadi, rekontruksi pada 19 Juli 2024 sebenarnya pihak Kepolisian sudah membuka dugaan keterlibatan Koptu HB yang bertemu dengan terdakwa Bebas Ginting alias Bulang di Warung yang berada di Jalan Kapten Bom Ginting pada 24 Juni 2024.
“Warung ini pernah disinggung korban Rico Sempurna Pasaribu dalam artikelnya atau pemberitaannya. Lokasinya tidak jauh dari Gerbang Markas Yonif 125 Simbisa, sekitar 300 meter dari rumah korban yang dibakar,” ujar Mulyadi.
Dalam pertemuan itu, tambah Mulyadi, Koptu HB menunjukkan unggahan diduga artikel soal perjudian yang ditulis korban. Ia menyuruh terdakwa Bebas Ginting alias Bulang menemui korban dan memintanya menghapus unggahan tersebut.
“Hal ini juga sebenarnya sudah dilaporkan Komite Keselamatan Jurnalis Sumut yang mengawal kasus ini. Kita minta Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI turun tangan terkait peristiwa keji yang menimpa wartawan di Medan ini,” pungkas Mulyadi. (Joy Faldo).






