BERITA JAKARTA – Akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand mulai menjadi perhatian publik terkait aksinya yang belakangan cukup menghebohkan khalayak, terkait prilaku koruptif beberapa lembaga Negara.
Hal itu diungkapkan, Koordinator Himpunan Aksi Mahasiswa Indonesia (Hamas Indonesia), Alfian Syah, menyoroti viralnya beberapa informasi prilaku koruptif beebrapa lembaga Negata yang dibeberkan akun tersebut.
“Usut punya usut, akun unrooter.id yang disinyalir merupakan kelompok hacker yang cukup handal, karena mampu membobol berbagai informasi ini ternyata cukup dikenal diluar negeri,” ujar Alfian kepada Matafakta.com, Sabtu (8/2/2025).
Sekarang, kata Alfian yang lagi hangat informasi bahwa bobolnya data Kejaksaan RI dan beberapa proyek pengaman VVIP Kejati Bali sebesar Rp170 miliar, proyek pengaman VVIP Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Rp160 miliar.
“Terakhir, tender prouek Pengadaan Dynamic Aerial Surveillance With Mobile Command Centers Kejagung sebesar Rp100 miliar dengan lokasi proyek di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan,” ungkapnya.
Selain lembaga Kejaksaan RI, lanjut Alfian, akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand juga menyenggol ‘Apa keterlibatan CSR BI dan DPR RI Komisi XI dengan Skandal”.
Dalam caption-nya, akun unrooter.id “DPR Komisi XI menerima dana CSR BI sampai triliunan, jangan sampai lupa dan tenggelam harus di usut tuntas jika tidak bersuara pejabat akan makin serakah memakan hak hak orang lain!,” tulisnya.
Akun unrooter.id juga menyenggol dugaan penipuan Rp3,1 miliar terkait proyek fiktif proyek pembangunan Irigasi Lematang di Paga Alam Sumatera Selatan yang dilakukan oknum Jaksa Wollianto yang menjabat Kasie Pidsus di Kejaksaan Tinggi (Kejati), Kota Jambi.
“Kejaksaan makin lama makin parah, sekarang malah jadi mafia Peradilan dan Penipuan dengan nominal total Rp3,1 milliar yang dimana Jaksa Willianto hanya dijadikan saksi, bukan tersangka?,” tulisnya.
Dalam unggahan terbarunya, lanjut Alfian, akun unrooter.id memampang sedikit data nominal pendapatan dari aplikasi E-Tilang Kejaksaan RI yang mereka pertanyakan keberadaan uang tersebut disimpan dimana?.
“Berapa jumlah titipan uang tilang masyarakat yang kalian simpan. Lebih ganas dari yang kita kira. Ini baru satu Kota lho kalian endapkan se-Indonesia mau kita jumlahkan?. Nanti kita akan buka secara keseluruhan ke publik,” ancamnya.
Alfian menambahkan, sekarang mulai bermunculan pihak-pihak yang ingin ikut berkontribusi dengan masing-masing keahlian dan kelebihannya yang berusaha membongkar praktik-pratik atau prilaku koruptif di Indonesia.
“Ya, kalau benar begitu faktanya kita mendukung demi untuk perbaikan, karena prilaku koruptif di Indonesia sudah semakin akut dan rapih yang sulit dibongkar masyarakat awam. Tinggal kita tunggu reaksi dari informasi akun unrooter.id itu,” pungkasnya. (Sofyan)






