BERITA JAKARTA – Munculnya akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand ditengah sorotan media, terkait proyek pengadaan Alat Kontra Intelejen ratusan miliar Kejaksaan Agung (Kejagung), tidak menjadi perhatian serius.
Hal itu dikatakan Ketua Jaringan Nusantara Watch (JNW), Indra Sukma, mengamati perkembangan sejak awal, terkait pengadaan Alat Kontra Intelejen Kejagung yang dikerjakan perusahaan berlatarbelakang bukan bidangnya.
“Tapi faktanya dalam unggahan Instragram akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand menampilkan kalimat “error “500! Kesalahan Server” situs web aplikasi E-Tilang yang diduga milik Kejaksaan RI itu. Ini gimana,” terang Indra, Sabtu (8/2/2025).
Sebelumnya, kata Indra, akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand juga sudah menginformasikan bahwa hacker telah menjebol data Kejagung RI bahkan aku tersebut menyarankan matikan server atau shutdown.
“Saran: matikan server (shutdown) perbaikan secara keseluruhan rapikan internal data (sudah terlanjur bocor).
Hargai apa yang sedang mereka suarakan. Moment ini tepat sekali dengan moment apa yang seharusnya Kejaksaan RI perbaiki dalam segi kinerja, role dan kebijakan dan lainnya.
Mungkin jika dibiarkan semua akan hancur sekali lagi kami tidak berharap itu semua terjadi dan kami hanya membeberkan informasi sekaligus kritik. Indonesia hacker,” tulis dinding akun Instagram unrooter.id Phil Phil Islands Thailand.
Bahkan lanjut Indra, akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand merinci proyek pengaman VVIP Kejati Bali sebesar Rp170 miliar anggaran 2025, dengan lokasi proyek Jalan Tantular No. 5 Renon, Denpasar Selatan Kota Denpasar.
Kemudian untuk proyek Pengadaan Alat Kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Kejaksaan RI menggelintorkan Rp160 miliar dan lokasi pekerjaan proyek Jalan Sukonandi No. 4, Semaki Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY.
Terakhir masih dianggarakan tahun 2025, tender Pengadaan Dynamic Aerial Surveillance With Mobile Command Centers Kejagung sebesar Rp100 miliar dengan lokasi proyek di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
“Kalau memang faktanya tidak benar, Kejaksaan RI harus mengungkap siapa pemilik akun unrooter.id yang sudah memberikan informasi sesat atau hoks, tapi sebaliknya kalau benar gimana?, tapi Kejari Aceh Selatan dan singkil kena hack,” pungkas Indra. (Sofyan)






