BERITA JAKARTA – Ada apa Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKJ, Andi Suharlis diduga absen saat acara peluncuran buku tinjauan KUHP 2023.
Peluncuran buku ini diadakan di Kantor Kejati Daerah Khusus Jakarta (DKJ) dan dihadiri oleh Jaksa Agung Republik Indonesia, ST. Burhanuddin serta para Jaksa Agung Muda dan Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, Rabu (5/2/2025).
Bahkan saat sesi wawancara bersama Jampidum, Asep Nana Mulyana, Kajati Patris Yusrian Jaya, Wakajati Danang Suryo Wibono, Asintel Asep Sontani Sunarya dan Asdatun Badrut Tamana, tidak hadir Aspidum Andi Suharlis dalam kesempatan tersebut.
Tak hanya itu saja, saat kegiatan rutin temu wartawan yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali, mantan Aspidsus Lampung hanya diwakili seorang Jaksa yang menjabat sebagai Koordinator.
Padahal, acara itu diinisiasi langsung oleh Kajati DKJakarta Patris Yusrian Jaya yang kerap hadir bersama Asintel, Asep Sontani Sunarya.
Sehingga muncul dugàan bahwa Jaksa Andi Suharlis memang “tidak nyaman” berdinas di Kejati DK Jakarta serta disinyalir imbas perkara pemalsuan dokumen dan TPPU, Henry Surya yang tidak disidangkan di Pengadian Negeri (PN) Jakarta Pusat.
Matafakta.com sudah berupaya meminta tanggapan namun hingga saat ini belum direspon soal ketidakhadirannya dalam peluncuran buku tinjauan KUHP 2023. (Sofyan)






