BERITA BEKASI – Masa yang tergabung dalam Barisan Entitas Nasional Suara Urgensi (BENSU) menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Mereka mendesak, KPK menyelesaikan dugaan korupsi proyek pengadaan toilet yang menelan anggaran hingga Rp 98 miliar untuk 488 titik dilingkungan sekolah di Kabupaten Bekasi.
“Meski sudah ada yang ditetapkan tersangka namun kasus WC Sultan ini mandek selama 4 tahun di KPK sejak 2021 hingga kini tidak ada perkembangan atau kelanjutan,” terang Juhar.
Bahkan, kata Juhar, mantan Kabid Dinas Cipta Karya sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kala itu, BS malah mendapat promosi yang kini menjabat Kepala Dinas Cipta Karya dan tidak tersentuh sedikitpun.
“Kami menduga ada beking dari dalam tubuh KPK yang melindungi para kroni-kroni yang terlibat dalam dugaan korupsi WC Sultan itu. Ada apa?,” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendesak KPK segera menuntaskan kasus dugaan korupsi WC Sultan yang mandek selama 4 tahun itu agar terungkap dan tangkap para pejabat prilaku koruptif tersebut.
“Satu unit toilet seluas 3,5 M2 x 3,6 M2 dihargai Rp 196,8 juta pertitik. Karena itulah disebut korupsi WC Sultan. Luar biasa,” pungkas Juhar.
TUNTUTAN :
- Tangkap mantan Kabid Bangunan Dinas Cipta Karya Kabupaten Bekasi ber inisial BS yang diduga kuat aktor utama kasus korupsi “WC Sultan”
- Segera periksa dan tangkap oknum pejabat yg diduga terlibat dalam dugaan Korupsi WC Sultan, serta usut tuntas aliran dana atau suap yang telah masuk ke para oknum biadap atas kasus tersebut.
- Tegakkan supremasi hukum tanpa tebang pilih dan KPK jangan mandul segera tangkap dan tetapkan tersangka lainnya.
Pewarta: Dhendi






