Kualitas Rendah Alat Intelijen Kejagung Disoal

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua

Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua

BERITA JAKARTA – Ancaman hacker Internasional yang akan menshut-down peralatan Intelijen Kejaksaan Agung, mengindikasikan ada ‘sesuatu’ diluar nalar dalam proyek pengadaan alat Intelijen, seharga ratusan miliar tersebut.

Wajar saja, apabila mantan Penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, menyoroti tiga komponen penting dalam Pengadaan Barang dan Jasa.

Pertama, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung (Kejagung), tidak punya Harga Perkiraan Sendiri atau HPS.

“Padahal, menurut SOP dalam Pengadaan Barang dan Jasa atau PBJ, setiap PPK harus punya HPS sebelum membeli suatu proyek,” ujar Abdullah kepada Matafakta.com, Selasa (4/2/2025).

Kedua, kata Abdullah, jika alat Kontra Intelijen Kejagung berkualitas sesuai SOP yang ada berarti ada penghianat di Internal Kejagung.

“Dalam kontek ini, maka Komisi Kejaksaan harus turun tangan untuk menyelidiki pengkhianatan yang terjadi di Internal Kejagung,” imbuhnya.

Ketiga, dengan bocornya data-data Kejagung maka para koruptor yang sedang berada dalam pantauan Kejagung akan kabur atau mereka menghilangkan barang bukti yang mereka miliki.

Sebelunya, melalui media sosial Instragram Akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand, menginformasikan untuk segera memperbaiki peralatan Intelijen Kejagung.

Pasalnya, kualitas peralatan Kontra Intelijen senilai ratusan miliar yang berada di Kejagung, Kejati Yogyakarta dan Kejati Bali saat ini tengah menjadi ajang “kelinci percobaan” para hacker Internasional. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB