Aktivis FMD Heru Purwoko Sebut Yandri Tak Layak Jabat Menteri PDTT

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto

Foto: Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto

BERITA JAKARTA – Front Majukan Daerah (FMD) menyoroti 100 hari kerja Menteri Desa  Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto di Kabinet Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak ada sama sekali kerjanya yang menunjukan hasil yang memuaskan justru sebaliknya sangat mengecewakan,” kata Aktivis FMD, Heru Purwoko kepada Matafakta.com, Senin (3/2/2025).

Heru berujar, mempertahankan Yandri di Kabinet Merah Putih akan menjadi beban sendiri bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan roda Kepemerintahan untuk mewujudkan ‘Asta Cita’.

“Yandri bukannya fokus untuk memajukan Desa Tertinggal ini malah gemar membuat hal yang kontroversial yang tidak ada manfaatnya,” ujar Heru.

Sebelumnya, sambung Heru, heboh Yandri membuat surat undangan Haul Ibu-nya dengan memakai Kop Surat Kementerian dan sekarang berulah lagi lecehkan profesi Wartawan dan LSM.

“Paling banyak mengganggu Kepala Desa itu LSM dan Wartawan Bodrex. Jadi mereka keliling minta sama Kepala Desa Rp1 juta, kalau 300 Desa Rp300 juta, kalah gaji Kemendes,” ucap Heru mengutif perkataan Yandri dalam video yang beredar.

Pernyataan itu, lanjut Heru, wajar memicu gelombang kecaman dari berbagai kalangan, termasuk dari Wartawan, Aktivis LSM dan Masyarakat Sipil. Apalagi, dalam ungkapannya Yandri dinilai tidak meyematkan kata “oknum” di dalamnya.

Dikatakan Heru, keberadaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ataupun Wartawan adalah sebagai sosial kontrol di Pemerintahan baik itu ditingkat Pusat maupun ditingkat Daerah.

“Jelas kita mengecam keras pernyataan dari Menteri PDTT Yandri Susanto karena ini akan menjadi stigma negatif terhadap Insan Pers dan LSM yang selama ini berperan aktif mengawal transparansi pembangunan Desa,” tegasnya.

Tidak pantas, tambah Heru, seorang Menteri Pejabat Publik yang digaji rakyat menyamakan Wartawan dengan ‘Bodrex’.

“Ini jelas pernyataan ngawur dan tidak profesional, bahkan masuk kategori pelecehan profesi kepada Pers dan LSM,” pungkas Heru. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB