BERITA JAKARTA – Kualitas peralatan kontra Intelijen senilai ratusan miliar yang berada di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Yogyakarta dan Kejaksaan Tinggi Bali saat ini, tengah menjadi ajang “kelinci percobaan” para hacker Internasional.
Melalui media sosial Instragram akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand, menginformasikan untuk segera memperbaiki peralatan Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.
“Berharap jika tidak diperbaiki akan bocor pak. Server sudah ditangan mereka. Saya hanya menginformasikan saja. Kami tau apa yang terjadi di internal Anda, semua berbagai anggaran telah bocor. Mungkin jika tidak diperbaiki data KEJAKSAAN RI akan segera bocor dalam beberapa hari ke depan,” tulis akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand yang diunggah pada Kamis 30 Januari 2025.
Bahkan akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand juga menyarankan agar Kejaksaan RI untuk segera mematikan server (shutdown), perbaikan secara keseluruhan, rapikan internal data (sudah terlanjur bocor) dan hargai apa yang sedang mereka suarakan.
SARAN:
MATIKAN SERVER (SHUTDOWN)
PERBAIKAN SECARA KESELURUHAN RAPIKAN INTERNAL DATA (SUDAH TERLANJUR BOCOR)
HARGAI APA YANG SEDANG MEREKA SUARAKAN
MOMENT INI TEPAT SEKALI DENGAN MOMENT APA YANG SEHARUSNYA KEJAKSAAN RI PERBAIKI DALAM SEGI KINERJA, ROLE DAN KEBIJAKAN DAN LAINNYA.
Mungkin jika dibiarkan semua akan hancur sekali lagi kami tidak berharap itu semua terjadi dan kami hanya membeberkan informasi sekaligus kritik
#indonesia #hacker
Dalam akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand tersebut disukai sebanyak 164 orang dan 20 komentar serta 2 yang terkirim.
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar mengaku, tidak ada upaya hacker untuk meretas peralatan Intelijen.
“Sudah saya cek tidak ada,” ucap Harli Siregar saat dikonfirmasi Matafakta.com melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (30/1/2025).
Sebagai informasi, akun unrooter.id Phil Phil Islands Thailand telah memposting pengadaan alat kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Bali, pengadaan alat kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta dan pengadaan Dynamic Aerial Surveillance With Mobile Command Centers Kejagung. Jika ditotal dari ketiga proyek tersebut mencapai Rp430 miliar.
Rinciannya untuk pengaman VVIP Kejati Bali pihak Kejaksaan RI menganggarkan dana sebesar Rp170 miliar pada tahun anggaran 2025. Dengan lokasi pengerjaan proyek di Jalan Tantular No. 5 Renon, Denpasar Selatan Kota Denpasar dan Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kemudian untuk proyek pengadaan alat kontra Intelijen untuk pengaman VVIP Kejati Daerah Istimewa Yogyakarta, Kejaksaan RI menggelintorkan uang senilai Rp160 miliar melalui dana APBN tahun 2025. Lokasi pengerjaan proyek dilaksanakan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dan di Jalan Sukonandi No. 4, Semaki, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY.
Terakhir tender pengadaan Dynamic Aerial Surveillance With Mobile Command Centers Kejagung sebesar Rp100 miliar menggunakan dana APBN Tahun Anggaran (TA) 2025. Lokasi perkerjaan di Jalan Sultan Hasanuddin No. 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (Sofyan)






