Petugas PPK Sembunyi Saat Dikonfirmasi Dugaan Proyek Fiktif Dibadiklat Kejaksaan RI

- Jurnalis

Selasa, 26 November 2024 - 00:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jaksa Sunarso (Kepala Subbagian Akutansi dan Pelaporan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI)

Foto: Jaksa Sunarso (Kepala Subbagian Akutansi dan Pelaporan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI)

BERITA JAKARTA – Ada yang janggal dengan sikap Kepala Subbagian Akutansi dan Pelaporan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI, Jaksa Sunarso.

Diketahui, Jaksa Sunarso merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam Pengadaan Peralatan Keamanan dan Investigasi Digital untuk Pengamanan dan Analisis Forensik sebesar Rp199,6 miliar yang terindikasi fiktif tersebut.

Pasalnya, Jaksa Sunarso langsung menghindar ketika Matafakta.com berusaha meminta keterangan atau penjelasan mengenai siapa pelaksana teknis proyek pekerjaan yang kini tengah menjadi sorotan publik tersebut.

“Pelaksana teknisnya banyak,” ucap Jaksa Sunarso sembari berusaha menghindar dan bersembunyi dari Matafakta.com saat ditemui dilorong menuju Gedung Utama Badiklat RI Ragunan Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2024) lalu.

Padahal, 2 hari sebelumnya pada Selasa 12 November 2024, pria kelahiran 19 November 1976 itu dengan gagahnya menjelaskan ihwal proyek yang konon diragukan keberadaan perkakas seharga ratusan miliar tersebut.

“Sudah rampung dikerjakan pada September 2024,” kata Jaksa Sunarso saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa 12 November 2024 lalu.

Bahkan Jaksa Sunarso mengatakan dihadapan Kepala Bagian Tata Usaha Badiklat Kejaksaan RI, Mochamad Judhy Ismono, bahwa peralatan itu ada diruang WIRA.

Namun anehnya, ketika Matafakta.com mendatangi ruang WIRA yang dimaksud Jaksa Sunarso hanya ada ruangan kursus bahasa dan komputer, tidak ada peralatan ataupun ruangan khusus yang dikatakan Jaksa Sunarso tersebut.

Ruangan khusus yang dimaksud adalah tempat Alat Keamanan dan Investigasi Digital untuk Pengamanan dan Analisis Forensik yang diperoleh dari PT. Permata Sigma Perkasa (PSP) sebagai pemenang tender proyek sebesar Rp199,6 miliar tersebut.

Lucunya lagi, pada Kamis 14 November 2024 saat Matafakta.com menyambangi kembali Lembaga Pendidikan Penuntut Umum, entah kenapa tiba-tiba Jaksa Sunarso malah memilih berlari untuk bersembunyi saat dimintai konfirmasinya.

Hal inilah yang membuat publik semakin curiga akan pengadaan Alat Keamanan dan Investigasi Digital untuk Pengamanan dan Analisis Forensik yang diperoleh dari PT. PSP sebagai pemenang tender proyek sebesar Rp199,6 miliar tersebut.

Perilaku Jaksa Sunarso mirip seperti PT. PSP pemenang tender alat Badiklat Kejaksaan yang ogah menjelaskan keberadaannya meski telah diajukan pertanyaan resmi secara tertulis oleh Matafakta.com pun enggan merespons.

Jika tilik dari website elhkpn.kpk.go.id, Laporan Hasil Kekekayan Pejabat Negara (LHKPN) miliknya, Jaksa Sunarso mempunyai total harta sebesar Rp2,221 miliar.

Harta tersebut meliputi dua tanah dan bangunan di Kota Depok dan Bogor Jawa Barat konon dari hasil sendiri Rp1,9 miliar.

Kemudian alat transportasi mobil Fortuner dan tiga kendaraan motor Ninja, Nmax dan RX King total Rp463 juta.

Ada juga kas dan setara kas Rp765 juta. Harta lainnya Rp2,371 miliar dan hutang Rp150 juta. Total harta kekayaan Jaksa Sunarso Rp2,221 miliar.  (Sofyan)

Bersambung……………..

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB