Siapakah Bayuntoro Wiyono Pemilik Dana Miliaran yang Disita Kejati DKI?

- Jurnalis

Senin, 11 November 2024 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BERITA JAKARTA – Sosok Bayuntoro Wiyono alias Bayu (BW) putra dari mendiang mantan Anggota DPR Fraksi Gerindra, Sareh Wiyono (SW) kini menjadi sorotan publik.

Pasalnya, Bayu alias BW merupakan sosok yang disebut-sebut masuk dalam pusaran perkara korupsi, terkait eksekusi sita uang sejumlah Rp244,6 miliar pada objek tanah milik PT. Pertamina di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur.

Ada dugaan skema pembagian dana ilegal antara kelompok Ali Sofyan dan Sareh Wiyono terjadi di Hotel Grand Ussu, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, milik keluarga mendiang Hakim Agung Sareh.

Kesepakatannya ialah pembagian 50-50 dari hasil gugatan yang diperoleh saat melawan PT. Pertamina sebesar Rp244,6 miliar.

Dalam pembagiannya disinyalir Sareh mendapatkan jatah Rp122,3 miliar dan kelompok Ali Sofyan juga mendapat jatah yang sama yakni Rp122,3 miliar dengan total jumlah keseluruhannya, Rp244,6 miliar.

Kemudian ada dugaan Sareh menyalurkan dana bancakan PT. Pertamina kepada pihak lain. Salah satunya melalui Bayuntoro Wiyono senilai Rp9 miliar.

Nah uang Rp9 miliar itulah yang kini disita Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta dari rekening Bayuntoro alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) ini.

Bayu dianggap oleh Penuntut Umum mempersulit persidangan dengan menolak untuk hadir menjadi saksi atas terdakwa saat itu Ali Sofyan, terkait eksekusi sita uang sejumlah Rp244,6 miliar pada objek tanah milik PT. Pertamina di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Pusat.

Meskipun pihak Penuntut Umum dari Kejati DKI Jakarta, telah memanggil secara patut menurut KUHAP melalui penetapan Majelis Hakim untuk hadir dan memberikan kesaksiannya di ruang sidang PN Jakarta Pusat, Bayu tetap ngeyel.

Namun Penuntut Umum tak kehilangan akal, melalui pimpinan Kejati DKI Jakarta mengirimkan surat panggilan melalui Divisi Propam Polda Metro Jaya dan lagi-lagi tak digubris. Bayu tetap keukeuh tidak mau hadir di persidangan perkara penyuapan Ali Sofyan.

“Kami bukan tidak menghadirkan saksi (Banyutoro Wiyono, red) secara patut menurut KUHAP, sudah kami laksanakan pemanggilan, tetapi mereka menganggap enteng,” ucap Penuntut Umum meluruskan pemberitaan bahwa Penuntut Umum tidak menghadirkan Bayuntoro Wiyono sebagai saksi dengan terdakwa kala itu, Ali Sofyan, Senin 11/11/2024).

“Bahkan, ke Divpropam juga sudah kami kirimkan surat, tapi enggak ada tindakan. Kami juga sudah minta penetapan Majelis Hakim dan bukti panggilannya pun ada,” tambah Penuntut Umum.

 Profil Bayuntoro Wahyono

Berdasarkan penelusuran media, diperoleh informasi bahwa mendiang mantan Hakim Agung, Sareh Wiyono memiliki seorang istri bernama Hj. Sunarni Sarehwiyono.

Dari hasil perkawinan Sareh dengan Sunarni mendapatkan empat orang anak. Diantaranya Bayuntoro Wiyono, AKBP Argo Wiyono dan Bimantoro Wiyono.

AKBP Argo Wiyono saat ini menjabat sebagai Kapolres Ngawi, Jawa Timur. Sebelumnya, AKBP Argo Wiyono menduduki jabatan Kapolres Blitar Kota.

Sementara, karir Bimantoro Wiyono sebagai Komisaris Grand Ussu Internasional Hotel, 2014, Giad Inti Lestari (Komisaris 2019), Aiza Mafasa (Komisaris, 2019) dan Serbuk Nusantara (Direktur, 2019).

Saat ini Bimantoro adalah Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Dapil Jawa Timur VIII.

Bima biasa disapa mulai duduk sebagai legislator sejak 11 Januari 2021 menggantikan Soepriyanto yang meninggal dunia pada 9 Oktober 2020.

Sedangkan Bayuntoro memilih profesi sebagai pengusaha muda sejak menjalani pendidikan di SMAN 1 Kota Bogor.

Memang sejak duduk di SMAN 1 Kota Bogor, Bayuntoro sudab bercita-cita ingin menjadi investor.

Setelah lulus SMANSA (SMAN 1), dia masuk di Universita Indonesia (UI) di Fakuktas Ekonomi dan meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE) pada 2014 sampai 2018.

Namun satu tahun sebelum lulus di UI, Bayu pun kabarnya menempuh pelajaran jarak jauh yakni, di University of Queensland Internasional Australia pada 2017-2018 program studi bisnis manajemen.

Setelah lulus dari UI, Bayu melanjutkan pendidikan bisnis manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2019-2021.

Diduga, dari displin ilmu ekonomi yang diperolehnya, Bayu disinyalir mendirikan perusahaan air mineral, yaitu PT. Sun Water Internasional yang berada di Babakan Mandang, Sentul Bogor, Jawa Barat.

Pria yang dilahirkan pada 7 April 1996 silam, tak hanya menggeluti bisnis air mineral saja, akan tetapi Bayu diduga menempati berbagai jabatan strategis.

Semisal sebagai Direktur PT. Utama Corpora sejak April 2022 sampai sekarang. Dia juga duduk sebagai Direktur Grand Ussu Hotel Cisarua Kabupaten Bogor sejak November 2017.

Dan pada 22 Juni 2024 konon diduga Bayuntoro melangsungkan pernikahan dengan Nadya Damanik di Hotel Darmawangsa.

Hingga saat ini Matafakta.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada Bayuntoro. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB