LP3HI Khawatir Perkara Korupsi Dana Olahraga Kemenpora Masuk “Lorong Gelap”

- Jurnalis

Selasa, 13 Agustus 2024 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho

Foto: Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho

BERITA JAKARTA – Wakil Ketua Lembaga Pengawasan, Pengawalan dan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI), Kurniawan Adi Nugroho, menilai perkara dana hibah Pemerintah melalui KONI Pusat kepada Kemenpora tahun 2017, sudah terlalu lama ditangani dan diadili ke Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Seharusnya sudah bisa ditetapkan siapa yang menjadi tersangka dalam tindak pidana tersebut,” kata Kurniawan saat menanggapi pemberitaan Matafakta.com soal perkara dana hibah Kemenpora tahun 2017, Selasa (13/8/2024).

Menurut Kurniawan, penyidikan yang berlarut-larut tanpa kejelasan status hukum justru akan menimbulkan kecurigaan di masyarakat tentang adanya “penyelesaian” lorong gelap.

“Jadi, tidak ada pilihan bagi Kejaksaan Agung selain hanya segera menetapkan tersangka dan melimpahkan perkara ke persidangan,” tutup Kurniawan.

Diberitakan sebelumnya, perkembangan penyidikan bantuan dana hibah Pemerintah melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat kepada Kemenpora tahun 2017, hingga kini nyaris tak tanpa kepastian hukum.

Dalam prosesnya, sebanyak 155 saksi dan dua ahli telah diperiksa dalam penyidikan kasus dugaan korupsi di Kemenpora tersebut dari rencana sebanyak 715 orang yang akan diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan Kejagung.

Pemeriksaan para saksi itu menindaklanjuti hasil tela’ah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagaimana tertuang dalam surat 8 Mei 2020 yang meminta untuk dilakukan pemeriksaan tambahan guna menggali penyimpangan yang terjadi dalam pemberian bantuan dana KONI Pusat Tahun 2017 tersebut.

Bak gayung bersambut, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) kala itu, Leonard Eben Ezer Simanjutak, kepada awak media mengatakan:

“Hari ini Jaksa Penyidik memeriksa dua orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pindana korupsi bantuan dana Pemerintah kepada KONI Pusat pada Kemenpora RI tahun anggaran 2017,” ucap Leonard pada Senin 14 Juni 2021 silam.

Leonard menyebutkan, dua saksi yang diperiksa yakni, Muhammad Faisal selaku Bendahara Pengeluaran Pembantu Satlak Prima tahun 2017.

Saksi kedua, Tarno selaku Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Teknis pada Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional.

“Saksi-saksi diperiksa mengenai klarifikasi BPK RI terhadap atlet-atlet yang menerima dana Pemerintah terkait dana KONI pada anggaran Kemenpora RI,” kata Leonard.

Menurut Leonard, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang didengar sendiri oleh saksi, dilihat dan dialami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi kepada KONI Pusat pada Kemenpora RI tahun anggaran 2017.

Hingga kini, Matafakta.com masih terus berupaya meminta konfirmasi kepada Kapuspenkum Harli Siregar. Namun belum direspon permintaan konfirmasi hingga Selasa 13 Agustus 2024 ini.

Kasus bermula ketika Pemerintah melalui Kemenpora memberikan bantuan dana kepada KONI Pusat sebesar Rp25 miliar pada Desember 2017 untuk pembiayaan program pendampingan, pengawasan dan monitoring program peningkatan prestasi olah raga nasional menuju Asian Games 2018.

Dalam pelaksanaannya diduga terjadi penyimpangan penggunaan dan pengelolaan dana yang dilakukan oknum pihak Kemenpora dan oknum KONI Pusat dengan membuat laporan fiktif dan pengadaan barang dan jasa tanpa prosedur lelang, sehingga mengakibatkan Kerugian Negara. (Sofyan)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB