Dana Miliaran Hilang, Oknum Polri Diduga Bobol Bank Pemerintah

- Jurnalis

Senin, 8 Juli 2024 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Foto: Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

BERITA JAKARTA – Diduga menerima dan menampung aliran dana miliaran secara ilegal, oknum Anggota Polri aktif bernama Deo Anugrah Putra Kencana, terpaksa harus duduk dikursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (8/7/2024).

Kendati berhadapan dengan proses hukum, terdakwa Deo Anugrah, masih bisa bertugas sebagai Anggota Polri, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU), Yoklina Sitepu tidak melakukan penahanan lazimnya pelaku tindak pidana umum lainnya.

Dalam surat dakwaan Jaksa, disebutkan bahwa terdakwa Deo Anugrah mengenal saksi Dopit sekitar Bulan November 2022, dimana saksi Dopit merupakan kerabat istri terdakwa Deo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, karena saksi Dopit mendapat tawaran pekerjaaan dari Imran alias Joing (DPO) yaitu mencari beberapa rekening untuk menampung sejumlah uang yang akan dikirim saksi Andre (Sidang terpisah) dan Oki Zainuri (DPO).

“Lalu, sekitar Bulan Juni 2023, saksi Dopit menghubungi terdakwa meminta agar rekening terdakwa digunakan untuk menerima transferan sejumlah dana dan nanti jika ada dana yang masuk,” ucap Jaksa.

Setelah itu, sambung Jaksa, saksi Dopit akan memberitahukannya kepada terdakwa Deo Anugrah dan setuju, karena Dopit menjanjikan akan diberikan sejumlah uang.

Baca Juga :  Soal Final Kepailitan, Praktisi Hukum Persoalkan Trasparansi Publik PN Jakpus

Kemudian terdakwa mulai menyiapkan rekening untuk menerima uang-uang transferan tersebut, dimana terdakwa juga menyuruh saksi Muhammad Aldo Satria Novendio yang merupakan adik kandung terdakwa.

“Muhammad Aldo disuruh membuka beberapa rekening yang nantinya akan terdakwa pergunakan untuk menampung dana transferan,” urainya.

Selanjutnya, terdakwa Deo Anugrah memberikan beberapa nomor rekening kepada saksi Dopit. Kemudian saksi Dopit mengirimkan nomor-nomor rekening tersebut kepada Imran alias Joing.

“Dan memberitahukan terdakwa Oki Zainuri telah mentransfer sejumlah uang ke rekening-rekening penampung yang diberikan saksi Dopit dengan memperlihatkan bukti transaksi transfer uang melalui mobile banking,” tuturnya.

Kemudian setelah melihat bukti transferan tersebut, lalu saksi Dopit memberitahukan terdakwa ada dana masuk ke rekening terdakwa dan saksi Muhammad Aldo Satria Novendio.

Lalu menyuruh terdakwa Deo Anugrah melakukan penarikan uang tersebut yaitu sebanyak 3  kali yakni, tanggal 23 Juni 2023, melakukan penarikan uang di Kantor BCA kurang lebih sekitar Rp1,1 miliar.

Tanggal 24 Juni 2023, mentransferkan kembali ke rekening BRI atas nama Mardia sebesar Rp 800 juta ke rekening BNI atas nama Dopit sebesar Rp150 juta dan ke rekening Bank Sumselbabel atas nama Lela Agustina sebesar Rp50 juta.

Baca Juga :  Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan

“Kemudian tanggal 25 Juni 2023, melakukan penarikan uang di Kantor BCA sekitar Rp1,50 miliar,” imbuhnya.

Selanjutnya, terdakwa Deo dan saksi Dopit melakukan tarik tunai terhadap seluruh uang tersebut dengan total sebesar Rp3,13 miliar dan oleh saksi Dopit langsung mengambil bagian terdakwa dan saksi Dopit kurang lebih sebesar Rp113 juta.

Sehingga, terdakwa Deo Anugrah dan saksi Dopit masing-masing mendapat bagian sebesar Rp56.500.000 juta. Sedangkan sisanya kurang lebih sebesar Rp2,9 miliar saksi Dopit serahkan kepada Imran alias Joing.

Selanjutnya, saksi Ahmad Abidin membuat laporan pengaduan kepada pihak BRI atas kehilangan uang saksi Ahmad Abidin pada rekening BRI Nomor: 228601000106567 sebesar Rp6,85 miliar.

Kemudian saksi Daniel Kristianto diberi kuasa oleh PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk untuk melaporkan perbuatan terdakwa Deo Anugrah dan komplotannya ke Polda Metro Jaya.

Akibat perbuatan terdakwa Deo Anugrah tersebut, PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk mengalami kerugian sebesar Rp6,85 miliar.

Dalam kasus tersebut, Jaksa Yoklina menjerat Deo Anugrah dengan Pasal 480 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke1 KUHP. (Sofyan)

Berita Terkait

Soal Final Kepailitan, Praktisi Hukum Persoalkan Trasparansi Publik PN Jakpus
Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank
Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru
Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim
Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan
Perkara Korupsi Gula, Penyidik Panggil Kepala KPPBC Dumai
Korupsi Proyek KA, Tiga Mantan Pejabat Kemenhub Mulai Diadili
Muklis Manajemen PT. Antam Diperiksa Terkait Emas 109 Ton
Berita ini 64 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 09:09 WIB

Kukuhkan 8 Ranting, Sarjan: PAC PP selalu Bersinergi Dengan Pemerintah Desa

Sabtu, 20 Juli 2024 - 14:20 WIB

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Juli 2024 - 01:50 WIB

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Juli 2024 - 00:46 WIB

Mendagri: Triwulan Ketiga, Kota Bekasi Masuk Peringkat 4 Besar Se-Jawa Barat  

Jumat, 19 Juli 2024 - 06:41 WIB

Elektabilitas di Bawah 40 Persen, Tri Adhianto Belum Tentu Menang Pilkada

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:36 WIB

Baru 20 Persen, Proyek Jembatan Muara Gembong PT. GMP Terancam Wanprestasi

Rabu, 17 Juli 2024 - 00:27 WIB

Rugikan Negara, Ketua JNW: Proyek Plat Merah Tak Sesuai Kontrak Bisa Pidana

Selasa, 16 Juli 2024 - 23:28 WIB

Yusuf Blegur: Berisiko Tinggi Jika DPP PDI-P Merekom Tri Adhianto

Berita Terbaru

Foto: Pj Bupati Bekasi, Dani Ramdan Bersama Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad Saat Penyerahan Asset Wilayah Pelayanan Air Bersih

Seputar Bekasi

Pemkot Bekasi Terima Aset Wilayah Layanan Perumda Tirta Bhagasasi

Sabtu, 20 Jul 2024 - 14:20 WIB

Mendagri Gelar Rakor Akselerasi Indikator Strategis Pembangunan Jawa Barat

Seputar Bekasi

JNW Apresiasi Kinerja Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Sabtu, 20 Jul 2024 - 01:50 WIB

Foto: Kapuspenkum Kejagung: Harli Siregar

Berita Utama

Korupsi Emas 109 Ton Kejagung Bakal Jerat Korporasi

Jumat, 19 Jul 2024 - 23:28 WIB