Kacau di SMAN 2 Kota Bekasi Ada Oknum Bisa Atur Titik Koordinat

- Jurnalis

Jumat, 14 Juli 2023 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Gerbang SMAN 2 Kota Bekasi

Foto: Gerbang SMAN 2 Kota Bekasi

BERITA BEKASI – Sekjen Pemberantasan dan Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (BPPK RI), Agus Supriyadi meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, mengevaluasi jajaran SMAN 2 Kota Bekasi, Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan.

“Aroma gratifikasi penerimaan siswa didik baru kuat di SMAN 2 Kota Bekasi. Pasalnya, ada oknum yang bisa memainkan titik koordinat disana,” terang Agus menanggapi Matafakta.com, Jumat (14/7/2023).

Dalam aksi mahasiswa, kata Agus, Aliansi Rakyat untuk Peduli Pendidikan Nasional (ARDIN di depan SMAN 2 Kota Bekasi, menuding Operator maupun Panitia PPDB bisa mengatur Jalur Zonasi dan titik koordinat.

“Termasuk dugaan jual beli bangku dan ditemukannya siswa yang memiliki Kartu Keluarga atau KK sendiri. Pemerintah Daerahnya jangan hanya diam aja, karena ini soal pendidikan anak bangsa,” tegas Agus.

Bahkan dalam aksi itu, para pendemo di depan gerbang SMAN 2 Kota Bekasi sudah menyebut oknum berinisial S yang mengaku bisa mengatur titik koordinat dan tidak menutup kemungkinan adanya dugaan jual beli bangku di SMAN 2 Kota Bekasi.

“Kuat dugaan kita, karena ngak mungkin panitia penerimaan siswa baru mau melakukan itu semua tanpa adanya dugaan gratifikasi terkait penerimaan siswa baru di SMAN 2 Kota Bekasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, salah satu orang tua siswa, Budi Ariyanto, sempat mengamuk di depan gerbang SMAN 2 Kota Bekasi, lantarannya anaknya tidak diterima meski jarak tempat tinggalnya hanya berjarak ratusan meter dari sekolah.

“Anak saya didepan mata bisa ngak diterima sementara yang jauh dari sekolah bisa diterima. Ini jelas tidak adil dan melanggar amanat konstitusi,” tegas Budi.

Dikatakan Budi, pada Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 dan Pasal 34 ayat (2) UU Sisdiknas, Pemerintah berkewajiban untuk memberikan jaminan dan kepastian semua anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkeadilan.

“Tapi, saat ini jaminan itu tidak ada. Mana semua dijadikan proyek tahunan bagi para oknum. Saya minta SMAN 2 Kota Bekasi harus dievaluasi,” pungkas Budi. (Edo)

Berita Terkait

Ada Jasa Media, POPDIKSI Desak Audit SDN 2 Sukaraja Sukabumi
Kasus Botol Minuman Anak Dewan, Unity School di Bekasi Justru Jadi Korban Bullying
Polemik Unity School, Persoalan Botol Minum Jadi ke Perizinan Sekolah
Plt Bupati Bekasi Ajak Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Pengamat Minta APH Ungkap Kecurangan SPMB di Kota Bekasi
Tuduhan Jalur Langit di MTSN 1 Pamulang Hanya Tuduhan Liar
4 Oknum Guru SDN 06 Setia Mekar Tambun Selatan Kabupaten Bekasi Dipolisikan
SMA Al Hikmah Surabaya Kunjungan Akademik ke NUS, NTU dan USIM

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 18:18 WIB

Ada Jasa Media, POPDIKSI Desak Audit SDN 2 Sukaraja Sukabumi

Rabu, 2 September 2026 - 18:46 WIB

Kasus Botol Minuman Anak Dewan, Unity School di Bekasi Justru Jadi Korban Bullying

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Polemik Unity School, Persoalan Botol Minum Jadi ke Perizinan Sekolah

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:12 WIB

Plt Bupati Bekasi Ajak Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Senin, 13 Juli 2026 - 22:04 WIB

Pengamat Minta APH Ungkap Kecurangan SPMB di Kota Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB