BERITA BEKASI – Forum Grup Discussion atau FGD di gelar pada Kamis 4 Mei 2023 di Kantor Kecanatan Bojong Mangu membahas dialog lapangan dan observasi program tekno-sosial sampah.
FGD tersebut digelar untuk menjawab overload-nya TPAS Burangkeng yang sudah dinyatakan sejak tahun 2019.
Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian, Sigit, 3 Staf ahli Bupati, Ketua Tim peneliti IPB Professor Arif dan mahasiswa dari ITB.
Setelah FGD sukses di gelar pada pagi hari, tim pun bergerak guna observasi langsung ke TPAS Burangkeng dan tiba pada pukul 14.00 WIB siang.
“Kita akan menguranngi volume sampah organik terutama sampah pasar,” ujar Pof. Arif saat memberikan keterangan kepada awak media di TPAS Burangkeng.
Caranya, kata Prof. Arif, dengan menaburkan telur black sodier fly BSF secara simultan. Ketika telur berubah menjadi larva akan kami timbun kembali dengan sampah organik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengangkutan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Mansyur mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah dari rombongan peneliti IPB.
“Kami siapkan space 200 meter lahan untuk mengolah sampah pasar yang jumlahnya ratusan ton setiap harinya,” terang Mansyur.
Metode “reduce”, tambah Mansyur, dalam konsep 3R adalah mengurangi volume sampah dengan cara yang yang ramah lingkungan.
“Dengan menaburkan telor BSF 80 persen sampah organik akan lenyap itu berarti dari satu ton hanya menyisakan 200 kilogram sampah organic,” pungkasnya. (Indra/Jhon)






