Menguji Kecerdasan Masyarakat Dialam Demokrasi Media Sosial   

- Jurnalis

Kamis, 1 September 2022 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Indra Sukma (CEO Matafakta Media Pratama/PT. Berita Ekspres Media Pratama

Foto: Indra Sukma (CEO Matafakta Media Pratama/PT. Berita Ekspres Media Pratama

DIALAM demokrasi saat ini, banyak bermunculan media terlebih lagi diera digital dimana masyarakat umum terkadang sulit membedakan arti media sosial dan media online. Sebab, keduanya secara umum, sama-sama memberikan informasi ke public melalui sarana teknologi era digital.

Munculnya jurnalisme media sosial merupakan salah satu dampak perkembangan teknologi, sehingga berpengaruh kepada penyampaian alur informasi. Namun, perbedaan mendasar antara jurnalisme media sosial dengan citizen journalism (jurnalisme warga) terletak pada penyampaian informasinya.

Kedua jenis jurnalisme itu memang, sama-sama menggunakan teknologi atau media online sebagai sarana dalam penyampaian informasi, yaitu dapat melalui website atau media sosial yang saat ini terkadang menjadi salah satu sumber atau refeperensi masyarakat dalam menggali informasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaaannya, jurnalisme warga (citizen journalism) melalui sarana media sosial merupakan seorang individu yang bukan ahli di bidang jurnalistik, tetapi bisa mencari dan mengolah berita yang kemudian dapat dipublikasikannya ke public yang menurutnya sebagai informasi.

Sedangkan, jurnalisme media sosial merupakan seseorang yang ahli di bidang jurnalistik yang kemudian membagikan kontennya melalui website atau media sosial. Artinya, media online lebih ditujukan kepada produk jurnalistik berupa pemberitaan, sedangkan medsos bersifat komunikasi sosial interaksi masyarakat.

Sementara, dari aspek legalnya, media online tentu harus berbadan hukum atau memiliki izin dari pihak-pihak terkait. Sebaliknya, media sosial tidak perlu hal demikian, karena memang bersifat sarana interaksi, jaga tali silaturahim, tukar informasi, cari kenalan dan sebagainya.

Hanya saja, pemilik akun di medsos juga sering terlihat menyebar berita dan dikonsumsi oleh masyarakat. Padahal mereka bukan pelaku jurnalisme atau insan pers, sehingga masyarakat pun beranggapan media internet rawan hoax.

Saat ini, banyak orang atau masyarakat umum beranggapan ketika memberikan informasi melalui sarana media sosial atau medsos dikategorikan sebuah berita atau dari sisi aktivitasnya seperti melaporkan sesuatu dan sebagainya baik berupa foto, tulisan maupun video.

Baca Juga :  Aktivis FM-D Nilai DPD-RI Cukup Sekali Saja di Pimpin LaNyalla Mattalitti

Tentu itu salah, karena pada dasarnya media online lebih terspesialisasi kepada pemberitaan atau kegiatan jurnalistik, sedangkan medsos pada proses komunikasi sosial atau interaksi masyarakat. Sehingga dalam pembahasan ini, arti dan fungsinya sudah berbeda.

Media massa atau pers adalah bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat, dalam perannya memberikan referensi untuk mengetahui informasi dan isu-isu strategis kepada publik. Media massa juga berfungsi sebagai penyambung lidah, perantara atau penghubung bagi masyarakat.

Salah satunya fungsinya, dengan melaksanakan tugas mulianya, menyebarkan informasi dan yang tidak kalah penting, media massa mempunyai kekuatan yang signifikan dalam mempengaruhi pemikiran maupun sikap dalam bermasyarakat, termasuk berperan besar dalam membentuk opini masyarakat.

Masyarakat akan berpandangan sesuai dengan informasi yang didapatnya, termasuk dari media massa. Masyarakat dapat menjadi sejuk ketika informasi yang disajikan merujuk pada kebenaran. Sebaliknya, konflik akan terjadi saat informasi yang diberikan berisi hoaks dan provokatif. Artinya, baik atau buruknya informasi yang diterima masyarakat tergantung dari pers itu sendiri.

Media Massa di Era Digital Mengakami Pergeseran Cara Kerja

Akurasi dan keberimbangan dalam sebuah konten media massa haruslah tetap menjadi nomor satu dalam membangun pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Media massa di era digital ini memang mengalami pergeseran cara kerja. Tapi bukan berarti harus mengalami pergeseran nilai dan meninggalkan kode etik jurnalistik dalam pembuatan konten.

Pers tetaplah menjadi Pilar ke-4 Demokrasi dari sebuah negara yang berdaulat. Oleh karena itu, keberadaan pers yang merdeka namun tetap profesional sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Kejagung Klarifikasi Soal Lelang Barang Sita Eksekusi

Diera digital saat ini, praktik jurnalisme juga menghadapi beberapa tantangan serius. Selain harus beradaptasi terhadap teknologi digital juga harus menghadapi banyaknya penyebaran hoaks dan berita negatif yang makin masif.

Kominfo menyebutkan, ada 800.000 situs penyebar hoaks dan hate speech di Indonesia. Hoaks merupakan efek saming dari era keterbukaan yang memiliki peluang untuk menciptakan perpecahan dan permusuhan karena dapat membuat masyarakat bingung akan sebuah kebenaran informasi.

Pengguna aktif media sosial saat ini umumnya adalah para remaja, mereka terbiasa untuk berkomentar, berbagi dan memberikan kritik di media sosial. Dengan kebiasaan ini dapat memicu terjadinya hoaks, karena penyampaian berita yang tidak pasti kebenarannya dan cenderung melakukan hate speech bagi konten yang tidak disukainya.

Terpenting, penting, tidak sembarang posting dan sebelum menyebarkan informasi atau konten sebaiknya berpikir dulu sebelum memposting, berkomentar atau menyebarkan suatu konten. Masyarakat pintar adalah masyarakat yang mampu memilah dan memilih informasi data dan informasi.

Jangan salah pilih informasi hoaks, sembarang sebar dan posting, bisa berujung pidana. Saat ini, siapapun bisa mengambil peran sebagai jurnalis dari mulai masyarakat biasa sampai akun-akun media sosial yang sering mengunggah sebuah informasi.

Selain itu, saat ini juga marak jurnalisme instan atau jurnalisme clickbait. Jurnalisme instan bisa dilihat dengan munculnya jurnalisme clickbait, yaitu jurnalisme yang bombastis, sensasional, terutama judul dibuat demi menarik perhatian pembaca, kebutuhan traffic dan visitor.

Di zaman sekarang, media massa harus lebih peka dan jeli dalam menjalankan fungsinya. Sebagai sarana komunikasi massa, media berperan sebagai komunikator maupun agent of change yaitu pelopor perubahan dalam lingkungan publik yang dapat mempengaruhi masyarakat melalui pemberitaan. (***)

Oleh: Indra Sukma (Pimpred Beritaekspres.com)

Berita Terkait

Pakar Menilai Sikap Majelis Hakim Tipikor Kasus Gazalba Saleh Melawan Akal Sehat
KSST Menduga Ada Markdown Dalam Lelang Saham PT. GBU Sebesar Rp9,7 Triliun
Bentuk Intimidasi, Alvin Lim Kritik Penguntitan Jampidsus Kejagung oleh Densus 88
AMPUH: Densus 88 Bukan Intai Teroris Malah Intai Jampidsus Kejagung
Jokowi Diminta Perhatikan Nasib Karyawan Polo Ralph Lauren Indonesia
Advokat Alvin Lim Kritik Kinerja Polisi Terkait Kasus Vina Cirebon
Pengamat Politik Samuel F Silaen: Menanti PDI Perjuangan Jadi Oposisi?
Aktivis FM-D Nilai DPD-RI Cukup Sekali Saja di Pimpin LaNyalla Mattalitti
Berita ini 2 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 12:34 WIB

Sawer Biduan, FKMBP: Aksi Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan Tak Patut Dicontoh

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:24 WIB

Ini Klarifikasi Solihin Soal Tudingan Aksi Mahasiswa Ditunggangi

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:10 WIB

Berkedok Bimtek, Dana Desa Jadi Sasaran Empuk Oknum Dinas Raup Keuntungan

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:29 WIB

Waduh…!!!, Aksi Demo Mahasiswa, Pj Walikota Bekasi Sempat Dievakuasi Petugas

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:28 WIB

Ini Kata Pengamat UNISMA Soal Demo Mahasiswa ke DPRD Kota Bekasi

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:45 WIB

Forum TKK Kota Bekasi Kompak Pasang DP Profil Pj Raden Gani Muhamad

Berita Terbaru

Foto: Aksi AKAMSI di Kantor BAPENDA Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Pendemo Tuntut, Jabatan Kepala BAPENDA Kota Bekasi Dicopot

Senin, 27 Mei 2024 - 16:37 WIB

Foto: Gedung Dispora Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Inspektorat Membisu Soal Hasil Pemeriksaan Dispora Kota Bekasi

Senin, 27 Mei 2024 - 16:02 WIB