Wujudkan Desa Cantik, Bancar Siap Sajikan Satu Data Indonesia

  • Bagikan
Desa Bancar

BERITA PONOROGO – Salah satu Desa di wilayah Kecamatan Bungkal yang mendapat Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2022 ini adalah Desa Bancar saat melakukan sosialisasi Program Desa Cantik di Balai Desa Bancar, Rabu (13/7/2022).

Salah satu Tim Desa Cantik dari Kantor BPS Ponorogo, Bangun Dwi Laksono menyampaikan bahwa Program “Desa Cantik” bertujuan meningkatkan kompetensi Aparatur Desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data sehingga perencanaan pembangunan lebih tepat sasaran.

Bangun Dwi Laksono menambahkan bahwa “Desa Cantik” merupakan Program Percepatan Penguatan Statistik Sektoral secara Nasional yang dilaksanakan pada tingkat Pemerintahan terkecil dan sekaligus sebagai salah satu implementasi Program Satu Data Indonesia.

“BPS akan melakukan pendampingan dalam pelaksanaan kegiatan statistik mulai pengumpulan, pemeriksaan, pengolahan, hingga penyajian data guna peningkatan pembangunan,” ujar Bangun Dwi Laksono.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa Desa akan bertransformasi menjadi subjek pembangunan jika aparaturnya memiliki kompetensi mengelola dan memanfaatkan data.

“Karena berbagai data penting selama ini dikumpulkan dari desa. Sekarang ini pembangunan di Indonesia dimulai dari desa,” paparnya.

Masih menurut dia, jika “Desa Cantik” sudah terwujud dengan baik, basis-basis data sudah dapat berbunyi dan efektivitas penganggaran akan lebih baik.

“Jika seluruh desa sudah menjadi Desa Cantik, maka pemborosan akan diminimalisir dan perencanaan pembangunan akan benar-benar berdasarkan data yang tersedia dengan baik, benar-benar berdasarkan kebutuhan dan prioritas,” tambahnya.

Selain itu menurut dia, kegiatan “Desa Cantik” bertujuan untuk meningkatkan kualitas data statistik yang dihasilkan melalui peningkatan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa dan komunitas statistik desa.

Terpisah, Kepala Desa Bancar, Agus Sudarmono mengatakan dipilihnya Desa Bancar dalam Program Desa Cantik merupakan suatu kebanggaan bagi Desa Bancar dan tentunya perlu didukung dengan tanggungjawab untuk melaksanakannya dengan baik.

“Melalui Program Desa Cantik ini, Desa Bancar bisa mempersiapkan aparatur desa agar lebih paham statistik. Kita juga berharap bahwa nantinya akan ada komunitas-komunitas cinta statistik yang lahir di Desa Bancar,” tandasnya. (Muh Nurcholis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *