Klarifikasi Mantan Klien Fitnah Alvin Lim Gelapkan Bilyet Rp81 Miliar

  • Bagikan
A Mantan Klien LQ Indonesia Law Firm

BERITA JAKARTA – Seorang mantan klien LQ Indonesia Law Firm membuat sebuah video permintaan maaf atas kesalahpahaman yang terjadi dan pernah membuat video di media sosial yang mencemarkan nama baik LQ Indonesia Law Firm dengan tuduhan bahwa LQ Indonesia Law Firm mengelapkan Bilyet Fikasa Group miliknya.

Diketahui, A sebelumnya membuat sebuah video di bulan Mei 2021 yang menuduh bahwa Ketua Pengurus LQ Indonesia Law Firm kabur dan mengelapkan Bilyet Fikasa Group miliknya serta melaporkan Alvin Lim selaku Ketua Pengurus LQ Indonesia Law Firm ke Polda Metro Jaya (PMJ) dengan LP Nomor: 2749/V/Yan 2.5/2021/SPKT PMJ, tertanggal 28 Mei 2021.

Saat itu A, membuat video seolah-olah Kantor LQ Indonesia Law Firm tertutup, tidak beroperasi dan kabur membawa Bilyet Fikasa Group miliknya. Disebutkan dalam pemberitaan bahwa total kerugian atas dugaan penggelapan yang dilakukan LQ Indonesia Law Firm sejumlah Rp81 miliar rupiah.

“Saya ingin meminta maaf kepada Bapak Alvin Lim atas video saya sebelumnya yang mencemarkan nama baik. Oleh karena itu, dalam video ini saya menyatakan bahwa permasalahan saya dengan Bapak Alvin Lim sudah selesai dengan baik secara kekeluargan, saya mengucapkan terima kasih,” ujar A dalam video berdurasi 40 detik tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Sugi selaku Kabid Humas LQ Indonesia Law Firm menjelaskan, bahwa berita di media tentang penggelapan Bilyet Fikasa Group dilebih-lebihkan, karena ada oknum pengacara dan wartawan bodong yang menunggangi permasalahan dan menghasut klien-klien LQ Indonesia Law Firm.

Padahal, kata Sugi, dalam kasus Fikasa Group sudah dijalankan sesuai Surat Kuasa dan perjanjian perdamaian serta sudah diselesaikan para pihak yang bisa dilihat dalam video youtube yang dibuat pada Mei 2021, seolah-olah ada seorang wartawan menunggu depan Kantor LQ Indonesia Law Firm secara kebetulan mewawancarai A.

Padahal, lanjut Sugi, oknum wartawan bodrek itu diketahui mangkal di Polda Metro Jaya dan selalu minta uang sebesar Rp500 ribu per berita yang diterbitkannya kepada LQ Indonesia Law Firm. Hingga suatu saat oknum wartawan tersebut menusuk LQ Indonesia Law Firm dari belakang, sehingga LQ Indonesia Firm memutuskan hubungan dengan mereka.

Sejak saat itu, oknum wartawan tersebut dendam karena tidak mendapatkan pemasukan dari LQ Indonesia Law Firm dan mencoba merusak reputasi LQ Indonesia Law Firm. Para oknum pengacara dan wartawan ini ada dendam pribadi karena LQ Indonesia Law Firm memutuskan untuk tidak menjalin hubungan dengan para oknum tersebut.

Baca Juga  Viral Dugaan Pemerasan Rp10 Miliar, Ucapan Alvin Lim "Jaksa Sarang Mafia" Banjir Laporan Polisi

“LQ Indonesia Law Firm adalah Law Firm lurus, kami tidak akan berhubungan dengan oknum Lawyer dan oknum wartawan yang tidak sejalan dengan Integritas LQ Indonesia Law Firm. Oleh karena itu mereka memancing di air yang keruh,” jelas Sugi.

Laporan Penggelapan Alvin Lim Tidak Bisa Dilanjutkan

Laporan polisi penggelapan oleh para penyidik tidak bisa dilanjutkan karena memang tidak ada unsur pidana, karena Alvin Lim menjalankan semua tugas sesuai Surat Kuasa dan surat persetujuan perdamaian, sehingga tidak ada penggelapan.

Selain itu, Alvin Lim juga menempuh langkah hukum perdata dan mengugat A yang dianggap wanprestasi di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang yang sidangnya sudah sampai tahap pembuktian.

Secara kekeluargaan permasalahan sudah selesai antara A dan LQ Indonesia Law Firm. LQ Indonesia Law Firm dari awal selalu menghormati dan menghargai semua klien. Oleh karena itu, kami juga akan mencabut gugatan Perdata di PN Tangerang terhadap saudara A.

“Dengan adanya video dari A, sudah jelas dan membersihkan nama baik Alvin Lim dan LQ Indonesia Law Firm yang tidak tercela. Tidak mungkin Alvin Lim menggelapkan bilyet atas investasi gagal bayar senilai Rp1 miliar milik saudara A,” ucap Sugi.

“Saya tahu sendiri Alvin Lim bahkan keluar uang lebih besar dari Rp1 miliar untuk kegiatan sosial dan membantu masyarakat. Terima kasih saudara A yang sudah gentle mau minta maaf, kami apresiasi anda,” tambah Sugi.

Bagi Alvin Lim, sambung Sugi, saat ini hidupnya bukan mencari harta, melainkan mengembangkan LQ Indonesia Law Firm agar LQ Indonesia Law Firm menjadi institusi penegak hukum yang membantu masyarakat dalam mendapatkan keadilan.

Alvin Lim bahkan, tambah Sugi, punya banyak aset serta Rumah di Indonesia dan Amerika Serikat. Ketika menjabat Vice President Bank of Amerika, gajinya sebulan Rp1 miliar lebih.

“LQ Indonesia Law Firm bangga punya Ketua Pengurus yang intelek, berdedikasi tinggi, kerja keras dan berani melawan oknum manapun. Teladan inilah yang selalu kami jalankan, sehingga LQ Indonesia Law Firm memiliki 8 Pakta Integritas. Bagi masyarakat yang membutuhkan Konsultasi Hukum dapat menghubungi Hotline LQ di 0817-9999-489,” pungkas Sugi.

Video Permohonan Maaf mantan Klien LQ Indonesia Law Fim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *