Kades Cipayung Bekasi Larang Warganya Beli Rokok Tanpa Cukai

  • Bagikan
Kades Cipayung Kabupaten Bekasi: H. Ajan

BERITA BEKASI – Kepala Desa (Kades) Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, H. Ajan menghimbau warga masyarakatnya yang menjalani usaha Warung dan Agen agar tidak membeli dan menjual produk rokok tanpa pita cukai dan minuman beralkhol.

Kepada Matafakta.com, H. Ajan mengatakan, selain produsen, pemilik Warung dan Agen jika memaksakan membeli dan menjual produk demi meraup keuntungan pribadi yang tidak mematuhi ketentuan yang berlaku tentang Bea dan Cukai bisa diancam pidana kurungan yang disertai denda.

“Karena hal itu telah menyebabkan kerugian negara yang berdampak terhadap jalannya pembangunan secara nasional baik daerah maupun tingkat Desa,” terangnya, Selasa (18/1/2022).

Jika masyarakat, lanjut H. Ajan, Desa Cipayung dan sekitarnya melihat atau menyaksikan ada pelanggaran cukai pada rokok maka bisa melaporkan peredaran ilegal tersebut ke Kantor Bea dan Cukai Cikarang.

“Bisa juga ke Dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Bekasi atau kepada kami selaku Pemerintah Desa,” ungkapnya usai mengurus wargannya di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Cikarang.

H. Ajan juga meminta warganya agar teliti jika ingin membeli atau menjual produk barang dagangan yang dimaksud, selalu mematuhi ketentuan sesuai perundang-undangan tentang Bea dan Cukai dan tidak tergiur dengan keuntungan besar.

“Kami meminta kepada para pemilik usaha Warung dan Agen yang ada diwilayah Desa Cipayung agar tidak membeli produk rokok tanpa pita cukai baik itu yang ditawarkan secara langsung maupun melalui perdagangan online meski pun diiming-imingi harga lebih murah,” ulasnya.

Selain produk illegal, tambah H. Ajan, ia juga mengingatkan agar Warung atau Agen diwilayahnya tidak menjual minuman beralkhohol yang bisa membawa dampak kurang baik terhadap keamanan dilingkungan yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas.

Baca Juga  Tanggapan Terkait Penyataan Harun Al Rasyid Eks Penyidik KPK

“Minuman beralkohol diperdagangkan pelaku usaha yang telah memiliki izin memperdagangkan minuman beralkohol sesuai dengan ketentuan seperti Hotel atau Bar, bukan diwarung-warung yang bukan pada tempatnya,” pungkas H. Ajan. (Hasrul)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *