Walikota Bekasi Bingung Kabar Cisarua Bogor Jadi Hangat

BERITA BEKASI – Walikota Bekasi Rahmat Effendi binggung acara istirahatnya bersama keluarga dirumah pribadinya yang dianggap Villa di Kawasan Puncak, Cisarua Bogor, Jawa Barat, Rabu 3 Februari 2021 kemarin.

Kepada Matafakta.com, Rahmat menyampaikan bahwa tidak ada perayaan hari ulang tahun. Saat itu, hanya beristirahat bersama keluarga dan anak-anak setelah selesai melakukan beberapa tugas atau kegiatan Pemerintah Kota Bekasi.

“Rabu pagi saya terima BJB lalu kemudian peresmian RS Type D sekaligus wawancara dengan RRI dan menerima kunjungan Anggota Komisi VIII DPR-RI. Kegiatan padat dari pagi hingga sore hari,” terangnya, Selasa (16/2/2021).

Setelah itu, sambung Rahmat, dia ingin beristirahat bersama anak-anaknya dirumah pribadinya yang dianggap Villa yang berlokasi Kawasan Puncak Cisarua Bogor. Kalau dianggap Villa itu adalah hak orang sebagai Warga Negara yang menilai.

“Salah, saya kangen kumpul bersama anak-anak sambil beristirahat dirumah yang di Bogor cari suasana. Dan itu diluar dari jam kerja, karena malam hari. Soal ada suara musik itu biasa hiburan kita beristirahat, tapi kenapa dianggap menjadi salah,” sindirnya heran.

Rahmat pun mengakui, memang ada beberapa pejabat Pemerintah Kota Bekasi yang datang diluar dugaannya kaitan dengan posisinya sebagai Kepala Daerah hanya sekedar mengunjungi sambil sedikit berbincang-bincang tentang perkembangan kinerja dan sebagainya.

“Lah, kalau ada beberapa pejabat Kota Bekasi sebagai mitra kerja yang datang mengunjungi massa kita larang udah jauh-jauh datang ke Cisarua Bogor. Kalau ada sedikit pembahasan kinerja itu biasa dimana pun kesempatan bertemu, tapi tidak resmi,” ucapnya.

Dikatakan Rahmat, persoalan itu bermula adanya laporan warga karena parkiran yang menganggu jalan dikarena posisinya berada di jalan yang tidak terlalu besar. Sehingga, laporan itulah yang kemudian ada beberapa petugas wilayah setempat mendatangi untuk memeriksa Protokol Kesehatan (Prokes) dan itu merupakan protap dimassa pandemi.

Baca Juga  R. Meggi Brotodiharjo: Ada Sindikat Mafia Tanah di Bekasi?

“Masalahnya hanya mobil pada parkir di Jalan yang dianggap menganggu, karena kondisinya memang jalannya tidak terlalu lebar. Kalau ada petugas setempat yang datang itu standar tugas pengawasan dimassa pandemi dan tidak ada masalah semua tetap Prokes,” ungkapnya.

Tapi, tambah Rahmat, kabar atau pemberitaan diluar sangat luar biasa seperti berat masalahnya. Padahal, persoalannya tidak seperti apa yang dikabarkan. Silahkan para awak media melakukan konfirmasi ke pejabat wilayah setempat, tidak ada masalah yang berat disana.

“Saya juga heran kenapa kok kabarnya se-dasiat itu. Heboh. Padahal, ngak ada masalah disana biasa-biasa aja, silahkan jika rekan-rekan media mau mengkonfirmasi ke pejabat wilayah disana untuk memastikan bahwa tidak seperti apa yang digambarkan yang menjadi ramai saat ini,” pungkasnya. (Indra)

Iklan

admin

Read Previous

Bupati Bekasi Pastikan Tahun 2021 Lantik Dirum PDAM Tirta Bhagasasi

Read Next

Lurah Harapan Mulya: Normalisasi Sudah di Sampaikan di Musrembang

Tinggalkan Balasan