Kontraktor di Bekasi Akui Proyek WC Sekolah Cuma Habis Rp47 Juta

- Jurnalis

Minggu, 13 Desember 2020 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA BEKASI – Sorotan proyek pembangunan sarana penunjang pendidikan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi sebanyak 488 WC disetiap sekolah dari pagu anggaran Rp200 perunit yang menyedot anggaran sebesar Rp98 miliar bersumber APBD-P Kabupaten Bekasi Tahun 2020 semakin terkuak.

Pasalnya, GN salah satu pihak kontraktor mengaku, untuk pembangunan perunit WC sekolah berikut uang koordinasi lapangan dan setoran 10 persen untuk Kepala Bidang Bangunan Negara dari Rp198 – Rp196,8 juta setelah dipotong pajak sampai selesai hanya menghabiskan modal Rp47 juta

“Kita sebagai kontraktor ada kerjaan ya kita kerjakan, tapi kalau bakal ikut terlibat kita ngak mau, karena kita membangun hanya menghabiskan biaya Rp47 juta perunit. Soal kenapa dianggarkan segitu ya itu Pemerintah,” kata GN kepada Matafakta.com, Minggu (13/12/2020).

Nilai segitu, sambung GN, sudah berikut kelengkapan dan bahan material juga jasa tukang dan dipotong fee 10 persen orang dalam awal ketika ingin mendapatkan pekerjaan tersebut.

“Ya, memang cuma habis Rp47 juta dengan bangunan seukuran 3,50 m x 3,60 m. Nah kata orang kita menang banyak, soal pembangunan WC dengan nilai ratusan juta dan sekarang akhirnya viral menjadi sorotan public,” ungkap GN

Meski begitu, lanjut GN, dia tidak mau ikut terlibat jika kemudian hari bakal berurusan dengan lembaga hukum. Sebab, sebagai pihak pelaksana atau kontraktor dia hanya mencari rezeki kelebihan dari pekerjaan tersebut.

“Ya, memang si nilai anggarannya ngak masuk akal perunit Rp196,8 juta, karena saya juga pernah ngerjain proyek Rutilahu dibawah Rp25 juta juga udah permanen,” pungkasnya. (Hasrul)

Berita Terkait

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan
Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan
Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan
Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar
Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
AKHERA Apresiasi KPK Buka Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi
Kasus WC Sultan Beny Sugiarto Saksi Ijon Proyek Mengantung di KPK
Akankah Eks Menpora Dito Bakal Bongkar Patgulipat Perkara Kouta Haji?

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 19:20 WIB

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 September 2026 - 18:41 WIB

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Senin, 14 September 2026 - 21:37 WIB

Pegawai Kejaksaan RI Kelola BPA Diragukan

Senin, 14 September 2026 - 16:33 WIB

Peran Agung Winarno Tutupi Asal Usul Harta Makelar Kasus Zarof Ricar

Jumat, 11 September 2026 - 11:40 WIB

Akankah BS Kembali Lolos di Kasus Ijon Proyek Jilid 2 Kabupaten Bekasi

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB