Ketua KPK, Firli Bahuri: Istri Koruptor Penyebab Korupsi

Ketua KPK: Firli Bahuri

BERITA JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengatakan, seorang istri mempunyai peranan penting mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai integritas, akhlak dan karakter yang baik kepada suami dan anak-anaknya.

“Karakter itulah yang dibutuhkan negeri ini untuk dapat lepas dan bebas dari berbagai persoalan mendasar bangsa seperti perilaku koruptif dan penyakit korupsi yang telah berurat akar di Republik ini,” kata Firli.

Kaitan hal itu, Firli menyayangkan jika ada beberapa penyelenggara negara yang terseret melakukan korupsi, apakah ini juga karena ulah segelintir ‘oknum istri’ tentu perlu pengkajian mendalam dan tentu para istri mereka yang menemukan jawabannya.

“Semisal istri eks-Bupati Karawang AS (Ade Swara) istri eks-Walikota Palembang RH (almarhum Romi Herton), istri Bupati Empat Lawang BAA (Budi Antoni Aljufri) dan yang terbaru istri Bupati Kutai Timur (Ismunandar) mencoreng peran suci dan mulia seorang istri,” ungkapnya.

Firli menilai, perlu adanya penguatan dari eksternal keluarga sebagai benteng untuk menghalau masifnya godaan korupsi yang mencoba merasuk dari semua lini.

“Atas dasar itulah, KPK membuat program dan gerakan masyarakat antikorupsi yang melibatkan wanita. Salah satunya, Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) yang berbasis pendekatan keluarga dengan melatih ribuan wanita sebagai motor penggerak di 34 Provinsi di Indonesia,” tuturnya.

Ada istilah, lanjut Firli, dibalik suami yang hebat ada istri hebat yang mendukungnya. Dia menilai istilah itu benar adanya, karena andil seorang istri sangat menentukan langkah suaminya.

“Saya telah melihat dan merasakan sendiri andil besar, pengorbanan, kesetiaan dan keikhlasan seorang istri dalam kehidupan saya, mulai dari ibu hingga istri tercinta,” jelasnya.

Dia pun mengharapkan, wanita-wanita Indonesia dapat menjadi seorang istri seperti kata Rhoma Irama dalam penggalan lirik lagunya, “hanya istri soleha yang menjadi perhiasan dunia, hanya istri yang beriman bisa dijadikan teman, dalam tiap kesusahan, selalu jadi hiburan,” pungkasnya. (Indra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *