Moeldoko dan Ganjar Jangan Buat Gaduh RS Covidkan Pasien

- Jurnalis

Senin, 12 Oktober 2020 - 09:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zainal Petir

Zainal Petir

BERITA SEMARANG – Komisioner Komisi Informasi Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir, minta kepada Moeldoko dan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo untuk menyampaikan statement yang bijak dan hati-hati kaitan isu rumah sakit mengkovidkan pasien meninggal dunia.

“Moeldoko dan Ganjar jangan memperkeruh isu yang belum jelas sumbernya. Mestinya cari dulu duduk permasalahannya, jangan langsung buru-buru disampaikan ke public,” kata Zainal Petir kepada Matafakta.com di Semarang, Senin (12/10/2020).

Dengan cara seperti ini, sambung Zainal, justru menimbulkan persepsi yang berdampak penurunan kepercayaan masyarakat dan mendiskreditkan serta membuat gelisah tenaga kesehatan dan rumah sakit. Mereka merasa tidak mengcovidkan, tapi isu yang belum benar itu berkembang semakin liar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Zainal, Ganjar dan Moedoko selaku Kepala Staf Presiden (KSP), jabatan yang dikukuhkan dengan Pepres 83 Tahun 2019 tentang KSP yang berfungsi memberikan dukungan kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam melaksanakan pengendalian program-program prioritas nasional, komunikasi politik dan pengelolaan isu strategis, harusnya memberikan edukasi kepada masyarakat supaya tidak gaduh.

“Artinya, masyarakat diberi pemahaman dan RS dibikin nyaman supaya penanganan pandemi virus Corona atau Covid-19 bisa tertangani secara efektif, efisien dan berstandar,” ujar dia.

Baca Juga :  Warga Desa Maindu Lamongan Terima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Rumah Sakit dan dokter, lanjut Zainal, tidak gegabah mengcovidkan pasien. Tidak ada celah. Mereka sangat clear. Mereka itu menjalankan perintah sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) 413 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Selain itu, KMK 446 Tahun 2020 tentang Juknis Klaim Penggantian Biaya Pelayanan Infeksi Emerging bagi RS yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19.

Zainal menjelaskan, misal kasus Suspek, ada ISPA, batuk, pilek, nafas sesak, selama 14 hari sebelumnya kontak dengan orang konfirmasi Covid kemudian meninggal. Atau kasus probable ISPA berat meninggal dengan gambaran klinis menyakinkan Covid-19 dan belum ada pemeriksaan Swab lab PCR, maka diperlakukan ketentuan sebagai meninggal Covid walaupun bukan Covid.

“Jadi sambil menunggu hasil lab, jenazah dipeti dan dimakamkan pihak RS, itu protocol Covid. Kan tidak mungkin menunggu hasil lab PCR yang kadang baru terbaca rata-rata 1 hingga 3 hari, padahal jenazah harus segera dimakamkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Warga Desa Maindu Lamongan Terima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa

Zainal Petir minta Moeldoko dan Ganjar mencari solusi supaya laboratorium Biomolekuler PCR diperbanyak di daerah-daerah agar rumah sakit cepat mengeluarkan hasil pemeriksaan PCR, apakah konfirmasi Covid atau tidak, cukup 4-6 jam.

“Coba Moeldoko dan Ganjar nambah kuota pemeriksaan yang biasanya 2 shif menjadi 3 shif, misalnya. Juga menambah SDM baik itu dokter, analis maupun tenaga adminsitrasi. Tentunya harus siapkan anggaran lebih besar juga,” imbuh dia.

Sebelumnya, pada Kamis 1 Oktober 2020, Moeldoko dan Ganjar Pranowo di Semarang membahas sejumlah hal terkait penanganan Covid-19 dan isu yang berkembang tentang rumah sakit yang mengcovidkan pasien yang meninggal dunia untuk mendapatkan anggaran dari pemerintah. Mereka sepakat meminta pihak rumah sakit bersikap jujur mengenai data kematian pasien agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Statement mereka menjadi polemik dan gaduh, ketua Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadhilah, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Kuntjoro Adi Purjanto dan ketua Perhimpunan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi ramai-ramai membantah. (Nining)

Berita Terkait

Warga Desa Maindu Lamongan Terima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa
BMH dan Mitra Gelar Hapus Tato Massal di Kota Semarang
Satpol PP Garut Viral Dukung Gibran Kena Skorsing 3 Bulan Tanpa Tunjangan
Lantik Pejabat Baru, STIA Maulana Yusuf Banten Siap Menjadi Universitas
Wujudkan Kenyamanan, KAI Daop 4 Gelar Pemeriksaan Narkoba Bagi ASP
Buka Posko Nataru, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Kereta Api Aman dan Nyaman 
Basarnas Semarang Gelar Apel Siaga Kesiapan Personil 24 Jam Hadapi Bencana
Hebat…!!!, PT. Ganesis Buat Lahan Parkir Tanpa Izin di Jalan Nasional 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:48 WIB

Ini Kata Kuasa Hukum Nasabah Prudential Bicara di Podcast Quotient TV

Kamis, 22 Februari 2024 - 18:00 WIB

Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda

Selasa, 20 Februari 2024 - 23:19 WIB

Dalam Nota Pembelaan Dadan Sebut Oknum KPK Minta USD 6 Juta Dolar

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:55 WIB

Gagal Pimpin PDIP Kota Bekasi, Tri Adhianto Dikabarkan Bakal Lompat Partai Lain

Sabtu, 17 Februari 2024 - 14:42 WIB

Heboh, Pegawai TKK Pemkot Bekasi Plesiran ke Dubai Sewa Helikopter

Jumat, 16 Februari 2024 - 19:49 WIB

Rugikan Ratusan Triliun, Jampidsus Kejagung Tahan 5 Tersangka Korupsi Timah

Jumat, 16 Februari 2024 - 13:34 WIB

Pengamat IDD, Bambang Ariyanto: Saatnya PDI Perjuangan Jadi Oposisi

Kamis, 15 Februari 2024 - 16:46 WIB

Kemendagri & Bappenas Gelar Simulasi Sektor Kelautan dan Perikanan

Berita Terbaru

Foto: Direktur PT. Migas Perseroda Kota Bekasi, Apung Widadi (Kiri) dan Pj Walikota Bekasi, Raden Gani Muhamad (Kanan)

Berita Utama

Pemkot Bekasi Dukung Peningkatan Dividen PT. Migas Perseroda

Kamis, 22 Feb 2024 - 18:00 WIB

TNI

Berita TNI

Panglima TNI Rotasi dan Mutasi 38 Perwira Tinggi TNI

Kamis, 22 Feb 2024 - 11:53 WIB