Hakim Sarankan Terdakwa Segera Urus Izin Usaha Klinik Kecantikan

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2020 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITA JAKARTA – Sidang lanjutan perkara klinik kecantikan “Nana Eyebrow Beauty Indonesia” tanpa ijin, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, dengan terdakwa Long Na, Kamis (16/7/2020) lalu.

Dihadapan Ketua Majelis Hakim, Ponto dengan dua hakim anggota, Dodong dan Sarwono, melalui penterjemah, Mr. Anton Lie, terdakwa Long Na mengungkapkan, dirinya datang ke Indonesia sejak tahun 2015. Awalnya, terdakwa kerja dengan bos lain di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan bukan alamat sekarang.

“Sebelumnya, saya dua tahun di Medan lalu kembali lagi ke Jakarta. Dapat dua tahun, baru saya sewa tempat yang sekarang untuk mencoba usaha sendiri. Sementara, saya tinggal bersama suami di Cengkareng,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama perjalanan usahanya, terdakwa bersama adiknya, Dongsaowei hanya memiliki visa kerja yang digunakan untuk usaha. Sementara, Dongsaowei yang kini juga berstatus terdakwa hanya membantu dalam menjalankan usaha yang hanya mengerjakan, sulam alis, bikin lipatan mata, bibir dan kuku.

Baca Juga :  Kejari Kabupaten Tegal Memburu Pelaku Korupsi Dana Desa

“Kami, tidak pernah menggunakan bius, hanya berikan vitamin yang biasa untuk oles dibagian yang dikerjakan. Bahan yang digunakan terdakwa beli bebas dipasaran setelah selesai kerja. Pasport masa berlaku masih panjang, visa kerja juga diperpanjang setiap tahun,” jelasnya.

Ketika Hakim menanyakan apa alat-alat yang digunakan disita? Terdakwa menjawab ada, tapi bukan alat operasi yang hanya untuk percantik kuku alis dan lain-lain. Alat disita, tapi tidak dibawa oleh Jaksa.

Pertanyaan Jaksa, tidak jauh beda isinya, soal vitamin buka resep atau bisa beli bebas. Lebih lanjut Hakim menanyakan apakah memiliki keahlian dibidang kecantikan, apakah ada tanda lulus dari Tiongkok”?.

Terdakwa mengatakan, ada hanya sertifikat tanda lulus yang dikeluarkan Tiongkok berada dirumah, tidak dibawa kepersidangan.

Majelis hakim menjelaskan, intinya semua usaha perlu didaftar di Indonesia, apakah di Tiongkok tidak perlu izin?,” tanya Hakim.

Baca Juga :  Kejari Kabupaten Bekasi Selesaikan Kasus Sadi Bin Kadin Dengan Restoratif Justice

Terdakwa menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah tahu di Tiongkok maupun di Indonesia. Meski begitu, terdakwa baru mengetahui bahwa perbuatanya salah. Kemudian Hakim menyarankan agar terdakwa segera urus izin supaya nanti bisa buka usaha lagi.

Dalam dakwaan Jaksa Zainal, terdakwa Long Na diperiksa aparat Kepolisian 14 November 2019 yang mana ditempat usahanya diduga melakukan kegiatan kesehatan seolah olah memiliki ijin kesehatan dari yang berwajib.

Padahal, terdakwa tidak memiliki ijin usaha dan hanya memiliki ijin kerja. Sehingga dilarang Undang – Undang sebagaimana diatur dan diancam tentang Undang – Undang Kesehatan Pasal 83 UU RI No.35 Tahun 2014 tentang tenaga Kesehatan.

Sebelumnya, desainer multitalenta, Ivan Gunawan juga dihadirkan dipersidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, terkait perkara klinik kecantikan milik terdakwa, Long Na dan Dongsaowei yang beroperasi secara illegal di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. (Dewi)

Berita Terkait

Kejari Kabupaten Tegal Memburu Pelaku Korupsi Dana Desa
Kejari Kabupaten Tegal Pamer Hasil Capaian Kinerja
Kejari Kabupaten Bekasi Selesaikan Kasus Sadi Bin Kadin Dengan Restoratif Justice
Waduh..!!!, Setahun Kejari Jakpus Tak Sidangkan Pemalsuan Surat KSP Indosurya
Soal Final Kepailitan, Praktisi Hukum Persoalkan Trasparansi Publik PN Jakpus
Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank
Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru
Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:15 WIB

Kejari Kabupaten Tegal Pamer Hasil Capaian Kinerja

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:03 WIB

Kejari Kabupaten Bekasi Selesaikan Kasus Sadi Bin Kadin Dengan Restoratif Justice

Senin, 22 Juli 2024 - 15:41 WIB

Waduh..!!!, Setahun Kejari Jakpus Tak Sidangkan Pemalsuan Surat KSP Indosurya

Jumat, 19 Juli 2024 - 14:40 WIB

Soal Final Kepailitan, Praktisi Hukum Persoalkan Trasparansi Publik PN Jakpus

Kamis, 18 Juli 2024 - 22:07 WIB

Kejati DKI Tahan 4 Tersangka Korupsi Surat Garansi Bank

Rabu, 17 Juli 2024 - 09:22 WIB

Penyidikan Perkara Komoditi Emas 109 Ton Kian Seru

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:26 WIB

Dua Kali Mangkir, Hakim PN Jakpus “Warning” Satgas Judol dan Bareskrim

Selasa, 16 Juli 2024 - 17:08 WIB

Kejari Indramayu Tahan Koruptor Proyek Tebing Air Terjun Buatan

Berita Terbaru

Foto: Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Pj Walikota Bekasi Ancam Tindak Tegas BUMD Terpapar Politik Praktis

Kamis, 25 Jul 2024 - 13:18 WIB

LQ Indonesia Law Firm

Berita Utama

LQ Indonesia Law Firm Resmi Laporkan PT. Sentratama Investor Future

Kamis, 25 Jul 2024 - 11:50 WIB

KB TK AL-CHASANAH

Megapolitan

KB TK AL-CHASANAH Gelar Imunisasi Polio dan Gerakan Aksi Bergizi

Kamis, 25 Jul 2024 - 10:32 WIB