Tiga Jenderal Dicopot, IPW Acung Jempol Buat Kapolri Idham Aziz  

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joko Chandra. Neta S Pane dan Idahm Aziz

Joko Chandra. Neta S Pane dan Idahm Aziz

BERITA JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis yang sudah bergerak cepat dan bertindak tegas dalam membongkar persekongkolan jahat para Jenderal ditubuh Polri dalam melindungi buronan kelas kakap, Joko Tjandra.

Setelah Kapolri, kata Neta, mencopot dan menahan satu Brigjen dari Bareskrim, Kapolri kembali mencopot Kepala NCB Interpol Polri, Irjen Napoleon Bonaparte dan Sekretaris NCB.

“Kali ini, IPW acung jempol dan apresiasi kepada Kapolri Idham Aziz. Pasalnya, 3 Jenderal sudah dicopot Kapolri dalam dua hari dan tentunya ini wujud dari sikap promoter untuk menjaga marwah kepolisian,” kata Neta kepada Matafakta.com, Sabtu (18/7/2020).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan Neta, tentunya tidak cukup hanya sampai disitu agar kasus ini tuntas dan bisa membawa efek jera bagi para Jenderal untuk bermain – main melindungi orang – orang bermasalah ada lima hal lagi yang patut dilakukan Kapolri.

Baca Juga :  Penyidik Kejati Geledah Kantor PUPR dan BPKAD Papua Barat

“Pertama segera membuka CCTV Bareskrim, siapa yang mendampingi dan menjemput saat Joko Tjandra datang mengurus surat jalan tersebut. Kedua, apa motivasi para Jenderal dalam memberi keistimewaan kepada buronan kelas kakap itu,” jelasnya.

Ketiga, sambung Neta, disebut – sebut dalam kasus Joko Tjandra ini ada dugaan gratifikasi dan kemana saja aliran dananya. Ke-empat, semua pihak di Polri yang terlibat dalam kasus Joko Tjandra, terutama ketiga Jenderal yang dicopot segera diproses pidana agar kasusnya bisa diproses di Pengadilan.

Baca Juga :  Dugaan Kompromistis Dalam Perkara Korupsi Tanah Milik PT. Pertamina

“Sebab, kasus persekongkolan jahat dalam melindungi buronan Joko Tjandra adalah kejahatan luar biasa. Kelima, semua pihak di luar Polri yang terlibat memberi keistimewaan kepada Joko Tjandra, mulai dari Lurah hingga Dirjen Imigrasi harus diperiksa Polri dan kasusnya diselesaikan di pengadilan,” tegasnya.

Tujuannya, lanjut Neta, agar persekongkolan jahat dalam melindungi Joko Tjandra bisa terungkap secara terang benderang dan selesai dengan tuntas di Pengadilan.

Setelah itu, tambah Neta, Polri perlu mencermati proses PK Joko Tjandra agar promoter dan jika ada indikasi negatif penyidik Bareskrim jangan segan segan menciduk oknum yang terlibat.

“Hanya dengan kerja keras yang promoter dari Kapolri Idham Azis citra Polri bisa terbangun lagi setelah dihancurkan Joko Tjandra,” pungkasnya. (Usan)

Berita Terkait

Mafia Tanah Marak di Kotamobagu Tapi Oknumnya Disejahterakan Negara!  
Begini Cara Adukan ASN Tak Netral Pada Pilkada 2024
Robert Bonosusatya Dalam Perkara Korupsi PT. Timah Tbk
Penyidik Kejati Geledah Kantor PUPR dan BPKAD Papua Barat
Hakim Anggota Heran, Budi Said Tolak Jadi Distributor Emas PT. Antam
Dugaan Kompromistis Dalam Perkara Korupsi Tanah Milik PT. Pertamina
Uob Kayhian Sekuritas Didesak Kembalikan Sisa Kerugian Nasabah
DPN Peratin Lantik 49 Advokat Baru
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 11 Oktober 2024 - 20:19 WIB

Mafia Tanah Marak di Kotamobagu Tapi Oknumnya Disejahterakan Negara!  

Jumat, 11 Oktober 2024 - 06:12 WIB

Begini Cara Adukan ASN Tak Netral Pada Pilkada 2024

Rabu, 9 Oktober 2024 - 23:19 WIB

Robert Bonosusatya Dalam Perkara Korupsi PT. Timah Tbk

Rabu, 9 Oktober 2024 - 08:58 WIB

Penyidik Kejati Geledah Kantor PUPR dan BPKAD Papua Barat

Selasa, 8 Oktober 2024 - 23:08 WIB

Hakim Anggota Heran, Budi Said Tolak Jadi Distributor Emas PT. Antam

Berita Terbaru

Ilustrasi

Berita Ekonomi

Global Financial Quotient Fund Indonesia

Jumat, 11 Okt 2024 - 22:01 WIB

Foto Kantor Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat

Seputar Bekasi

Ini Kata FKMPB Soal Sanggahan Pencopotan Pj Kades Sumberjaya

Jumat, 11 Okt 2024 - 13:42 WIB

Foto: Pelaku Pencuri Emas Gutama Bayu Putra Sujud Penuntutannya Dihentikan

Kiriminal

Demi Pengobatan Ayahnya Sakit, Gutama Terpaksa Mencuri Emas

Jumat, 11 Okt 2024 - 08:31 WIB

Ilustrasi

Berita Utama

Begini Cara Adukan ASN Tak Netral Pada Pilkada 2024

Jumat, 11 Okt 2024 - 06:12 WIB