Kasus Meikarta, 2 Saksi Berikan Keterangan Berbeda di Persidangan

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2020 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iwa Karniwa

Iwa Karniwa

BERITA BANDUNGDugaan penerimaan uang suap sebesar Rp900 juta oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat nonaktif, Iwa Karniwa, diwarnai kesaksian yang berbeda antara kesaksian Waras Wasisto dengan kesaksian yang diberikan, Eva Rosiana, Senin (27/1/2020).

Waras Wasisto bersikukuh bahwa pernah menyuruh Eva Rosiana memberikan uang sebesar Rp500 juta yang merupakan bagian dari pemberian tahap III kepada Iwa Karniwa melalui staf terdakwa bernama Deni di bulan Desember 2017 atau setidak-tidaknya di tahun 2017.

Baca Juga : BNN Jalin Kerja Sama Dengan Penyedia Jaringan Telekomunikasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara, saksi Eva bersikukuh pernah diperintahkan Waras Wasisto untuk memberikan sesuatu bingkisan kecil untuk terdakwa namun hal tersebut terjadi di tahun November 2016 atau setidak-tidak pada masa persiapan PON Jabar bukan pada tahun 2017.

Perbedaan kesaksian itu, terjadi perdebatan panjang antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kuasa hukum terdakwa, bahkan hakim berkali-kali memperingatkan tentang ancaman kesaksian palsu dimuka persidangan.

Baca Juga :  Ramai Berita Lelang Barang Sitaan, Jampidsus Panggil Tim Jaksa Eksekutor

Sebelas saksi dihadirkan Jaksa KPK diantaranya, dua politisi asal PDI Perjuangan Waras Wasisto (Anggota DPRD Provinsi Jabar) Soleman (Anggota DPRD Kabupaten Bekasi) mantan Kepala Dinas Bina Marga Pemprov Jabar, Guntoro dan Kasi Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga Jabar, Yani Firman, Eva Rosiana, Yedi dan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Henry Lincoln.

Baca Juga : Istana: Belum Ada Pasien di Indonesia Dinyatakan Positif Virus Korona

Ke-sebelas saksi itu, dimintai keterangannya terkait penerimaan uang Rp900 juta oleh Iwa Karniwa dalam pengurusan persetujuan substantif Raperda RDTR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dan pemesanan banner alat peraga kampanye yang dibuat Waras Wasisto yang menurut kesaksiannya mendapat perintah dari Iwa Karniwa.

Menanggapi hal itu, salah satu kuasa hukum Iwa Karniwa, Fajar Ikhsan mengatakan, saat inilah yang ditunggu-tunggu, karena untuk klarifikasi dan mengkonfrontir kesaksian apakah benar kliennya menerima uang sejumlah Rp100 juta, Rp300 juta dan Rp500 juta seperti apa yang didakwakan Jaksa KPK terhadap, Iwa Karniwa.

Baca Juga :  Edi Gunawan Divonis 9 Tahun Penjara Karena Kasus Tipu Gelap dan TPPU

“Nah, sekarang kita saksikan bersama bahwa klien kami tidak pernah menerima sejumlah uang seperti apa yang telah didakwakan bahkan yang Rp500 juta tidak ada kesesuaian kesaksian dari orang yang menyuruh, Waras Wasisto dan yang disuruh saksi Eva Rosiana,” pungkasnya singkat kepada Matafakta.com, Selasa (28/1/2020).

Sekedar mengetahui, sidang dugaan suap perizinan megah proyek Meikarta akan dilanjutkan Senin pekan depan untuk menghadirkan saksi lainnya dari Jaksa KPK diantaranya, Ahmad Heriyawan, Mantan Gubernur Jawa Barat dan Deddy Mizwar, Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat. (Mul)

Baca Juga : Presiden Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan WNI di Wuhan

Berita Terkait

Ramai Berita Lelang Barang Sitaan, Jampidsus Panggil Tim Jaksa Eksekutor
Edi Gunawan Divonis 9 Tahun Penjara Karena Kasus Tipu Gelap dan TPPU
Korban Sengketa Tanah Adat Mengadu ke Alvin Lim, Putusan PN Solok Tuai Kontra
Terdakwa Ahiang Bantah Barang Bukti Sabu-Sabu Miliknya
Perkara Pidana Berubah Perdata, Pakar Hukum Sarankan Gelar Perkara Khusus
Dugaan Oknun Jaksa dan Oknum PN Jakut Sembunyikan Informasi Persidangan
Oknum Jaksa Kejati DKI “Bebaskan” Enam Tersangka Penipuan Ratusan Miliar
Oknum Jaksa Peneliti Gugurkan Pidana, Ironis Penegakan Hukum di Indonesia
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 09:59 WIB

Aktivis FM-D Nilai DPD-RI Cukup Sekali Saja di Pimpin LaNyalla Mattalitti

Rabu, 22 Mei 2024 - 22:31 WIB

Alvin Lim: Hukum Jangan Dipakai untuk Memeras Masyarakat

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:39 WIB

Nasib Ribuan Karyawan PT. Polo Ralph Lauren Ada di Tangan Ketua MA

Senin, 20 Mei 2024 - 23:29 WIB

Prof. Mudzakkir: Pergantian Dirut Perumda Tirta Bhagasasi Langgar Etika Pelantikan

Senin, 20 Mei 2024 - 22:43 WIB

Kasus Mafia Tanah Marak, DPR RI Diminta Angket Kementrian ATR BPN

Senin, 20 Mei 2024 - 14:39 WIB

Hadiah Fenomenal Reformasi 1998 Hingga Kembali ke Neo Orde Baru! 

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:40 WIB

PK Sengketa Merek, Ratusan Karyawan Polo Ralph Lauren Kembali Geruduk MA

Minggu, 19 Mei 2024 - 18:12 WIB

Quotient TV: Buruh PT. SKB di Sumsel Ditangkap Tanpa Surat Penahanan

Berita Terbaru

Aksi Mahasiswa ke DPRD Kota Bekasi

Seputar Bekasi

Ini Kata Pengamat UNISMA Soal Demo Mahasiswa ke DPRD Kota Bekasi

Kamis, 23 Mei 2024 - 20:28 WIB

Foto: Pj Walikota Bekasi Raden Gani Muhamad

Seputar Bekasi

Forum TKK Kota Bekasi Kompak Pasang DP Profil Pj Raden Gani Muhamad

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:45 WIB