BERITA BEKASI – Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombes Pol. Andi Oddang Riuh Hutomo, SIK, didampingi Waka Polres, AKBP Angga Dewanto Basari, SIK, M.Si, menerima audiensi para Tokoh Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Media, Selasa (14/10/2026) sore.
Audiensi Tokoh Ormas dan Media, merupakan kegiatan silaturahmi dengan Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombes Pol. Oddang Riuh Hutomo untuk memperkuat sinergi dan menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Metro Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Hadir dalam audensi, Ketua Ormas AOB, H. Zaenal Abidin bersama Sekjennya, Doni Ardon, Ketua WBI, Kabupaten Bekasi H. Apud Saefudin, Direktur LBH Arjuna sekaligus Praktisi Hukum, Zuli Zulkifli beserta jajarannya, awak Media, Hadi, Pimprus Matafakta.com, Indra Sukma dan Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi, Abray beserta jajaran.
Pertemuan tersebut, menjadi ruang dialog untuk bertukar informasi, menyamakan persepsi dan membangun komunikasi yang terbuka dalam menyikapi perkembangan dan situasi Kamtibmas di Kabupaten Bekasi, melalui koordinasi yang berkelanjutan. Setiap potensi gangguan keamanan diharapkan dapat diketahui lebih dini dan ditangani melalui langkah yang tepat.
Dalam kata sambutnya, Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombes Pol. Andi Oddang, membuka ruang komunikasi dan koordinasi dua arah. Ruang dialog ini, membuka kesempatan bagi Ketua Ormas untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan secara persuasive. Sementara bagi Media untuk berkoordinasi, terkait Keterbukaan Informasi Publik (KIP).
Dalam kesempatan itu, Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombes Pol. Andi Oddang juga membahas mengenai langkah strategis untuk menangkal penyebaran berita bohong (hoaks), misinformasi dan disinformasi diera digital ditengah pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini.
“Termasuk kemunculan kecerdasan buatan AI dan deepfake arus informasi mengalir sangat deras dan berpotensi memicu keresahan publik. Oleh karena itu, kolaborasi antara aparat Kepolisian dan Pers menjadi pilar penting untuk menjaga stabilitas sosial dan keamanan masyarakat,” terangnya.
Menurut Kapolres, awak media atau pers arus utama (mainstream) bekerja di bawah Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang mewajibkan verifikasi dan konfirmasi. Kolaborasi ini memastikan informasi yang beredar di masyarakat adalah informasi yang akurat dan berimbang.
“Media massa memiliki peran vital untuk mendominasi ruang digital dengan narasi yang positif, edukatif dan menyejukkan, guna menekan peredaran konten provokatif. Keterbukaan informasi dari Kepolisian melalui media dapat membangun ruang komunikasi publik yang transparan,” jelasnya.
Sementara, lanjut Kapolres, Polri bersama berbagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) selalu memperkuat sinergi untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), termasuk melalui kegiatan seperti patroli bersama, deteksi dini dan deklarasi tolak premanisme.
“Sejumlah Ormas di wilayah Jabodetabek dan daerah lain sudah menyatakan bersama-sama berkomitmen mendukung Polri menolak aksi premanisme demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat,” ujarnya.
Pertemuan ini, seolah menegaskan kembali sebuah pesan lama yang relevan bahwa keamanan sejati bermula dari kepedulian yang tumbuh di lingkungan rumah kita sendiri. Melalui deteksi dini dan pencegahan yang dilakukan bersama-sama, Polri dan mitra Ormasnya berharap setiap potensi gangguan keamanan dapat diredam sebelum sempat tumbuh menjadi keresahan.
“Peran Ormas maupun LSM sangat penting sebagai mitra dalam menjaga kondusivitas wilayah. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjalin komunikasi, menyampaikan informasi secara bertanggung jawab serta mengedepankan dialog dan musyawarah apabila muncul persoalan,” pungkasnya. (Tim)






