Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

BERITA BEKASI – Pendidikan SD dan SMP harus bebas dari segala bentuk pungutan atau iuran sukarela sekalipun untuk bantuan bencana, agar siswa dapat fokus belajar tanpa beban finansial.

Hal tersebut dikatakan Aktivis Jaringan Nusantara Watch (JNW), Aji Nur Prasetyo, menyoal Himbauan Donasi Bantuan Kemanusiaan bagi korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Memang, menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial sejak dini adalah hal yang positif,” kata Aji kepada Matafakta.com, Kamis (17/9/2026).

Tapi, sambung Aji, dimasa ekonomi sulit seperti sekarang banyak orang tua murid yang memberikan jajan atau ngebekali anaknya sekolah pas-pasan.

“Jadi kalau seandainya para siswa-siswi ini tahu bakal ada donasi bencana di sekolah, tentu mereka akan meminta uang lebih dari para orang tuanya,” tutur Aji.

Aji berujar, jadi secara logika sehatnya kalau pun para murid SD dan SMP nantinya berdonasi itu dari para orang tua mereka, bukan dari para murid.

“Masih banyak cara lain yang lebih mengena untuk menumbuhkan rasa empati dan peduli dengan sesama di sekolah. Kalau adakan donasi disekolah itu sensitive,” sindirnya.

Lebih jauh Aji mengatakan, dimasa sulit sekarang yang punya uang itu Pemerintah, bukan masyarakat yang sekarang hanya bisa bertahan hidup untuk memenuhi kebutuhannya.

“Kita harus tahu di sekolah itu tidak semua orang tuanya mampu. Kalau donasi ditujukan ke para Aparatur Sipil Negara atau ASN lebih masuk akal ketimbang ke sekolah,” imbuhnya.

Kalau memang, tambah Aji, kita ingin memberikan bantuan ke saudara-saudara di NTT yang terkena musibah atau bencana pastinya memiliki dana khusus untuk penanggulangan bencana.

“Itu aja diberikan sebagai contoh pertama bahwa Pemerintah Daerah seperti Kota Bekasi peduli, bukan langsung nyasar donasi ke sekolah. Biasanya nanti masyarakat juga ikut galang,” pungkasnya. (Roni)

Berita Terkait

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi
LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?
Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis
Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi
Panitia Pilkades Bojongsari Kabupaten Bekasi Lantik 91 Petugas KPPS
Cakades Se-Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi Gelar Deklarasi Damai
Alasan Klasik DLH Kabupaten Bekasi Sewa Alat Berat Hingga Rp24,56 Miliar
Panitia Pilkades Kedung Waringin Serahkan Nomor Urut Para Calon Kepala Desa

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 16:59 WIB

Soal Desa Serang, PUSBAKUM SAW Bersama FKMPB Sambangi Kejari Kabupaten Bekasi

Kamis, 17 September 2026 - 16:08 WIB

LPJ Keuangan Desa Karangsatu Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Dipertanyakan?

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Petugas KPPS Pilkades Karang Sambung Kedung Waringin Ikuti Bimbingan Teknis

Sabtu, 12 September 2026 - 11:18 WIB

Minta Sumbangan, KOREKSI Laporkan Oknum Pegawai PDAM Tirta Bhagasasi

Berita Terbaru

Photo: Walikota Bekasi: Tri Adhianto

Seputar Bekasi

Ini Kata Aktivis JNW Soal Himbauan Donasi Walikota Bekasi ke Sekolah

Kamis, 17 Sep 2026 - 14:46 WIB

Photo: James Tobing (Pemimpin Perusahaan dan Pemimpin Redaksi SK Dialog)

Megapolitan

HUT Surat Kabar Dialog ke-28, Berbagi Kebahagiaan untuk Sesama

Kamis, 17 Sep 2026 - 12:31 WIB