Blokir 4 SPBU, Masyarakat Sukabumi Kecam Oknum DPR-RI dan Pertamina

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Photo: Suasana Aksi Nelayan Sukabumi Di Depan Gedung DPRI RI Jakarta

Teks Photo: Suasana Aksi Nelayan Sukabumi Di Depan Gedung DPRI RI Jakarta

BERITA SUKABUMI – Gelombang kekecewaan masyarakat dan nelayan asal Sukabumi memuncak di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Aksi unjuk rasa dipicu beredarnya dokumen resmi PT. Pertamina Patra Niaga yang mengindikasikan permohonan pemblokiran terhadap 4 SPBU di Jawa Barat yang kini berdampak langsung pada lumpuhnya mata pencaharian warga kecil.

Dokumen Pertamina Patra Niaga tertanggal 28 Juli 2026 itu mengungkap adanya permohonan pemblokiran 4 SPBU di wilayah Sukabumi, Karawang dan Cirebon yang diajukan Kantor Hukum Sudding & Partners, kuasa hukum terpidana kasus penipuan, Irfan Suryanagara.

Publik pun dibuat geram lantaran nama firma hukum tersebut melekat pada Syarifuddin Sudding, pejabat negara aktif yang bertugas sebagai Anggota Komisi III DPR RI.

Massa yang dirugikan membentangkan sejumlah poster kritikan keras di depan Gedung wakil rakyat, seperti “Sudding Buka Faktanya”, “Syarifuddin Sudding Jelaskan ke Rakyat”, hingga “Nelayan Butuh Solar, Petani Butuh BBM.”

Hendrajaya, pendamping aspirasi masyarakat Sukabumi, menegaskan, bahwa langkah Pertamina dan ketidakjelasan status pemblokiran ini telah mengorbankan masyarakat bawah.

“Kami tidak sedang membuat kesimpulan sepihak. Dokumen Pertamina jelas menyebut adanya permohonan pemblokiran dari Sudding & Partners,” tegas Hendrajaya kepada awak media, Kamis (27/8/2026) malam.

“Yang kami tuntut adalah keterbukaan. Apa dasar hukum pemblokiran tersebut dan apa dampaknya bagi publik? Jangan sampai keputusan ini mengorbankan hak rakyat kecil,” sambungnya.

Hendrajaya menambahkan bahwa perkara hukum yang menyeret Irfan Suryanagara sudah berkekuatan hukum tetap dan tidak menunjukkan itikad baik dari pihak terpidana.

Namun, tindakan pemblokiran pasca-putusan justru merugikan masyarakat luas yang bergantung pada operasional SPBU tersebut.

Kekecewaan warga kian mendalam mengingat Syarifuddin Sudding adalah oknum pejabat publik di Senayan yang seharusnya mengayomi dan membela keadilan bagi masyarakat, bukan justru memicu potensi konflik kepentingan melalui firma hukum yang mengatasnamakan dirinya.

Dampak dari kebijakan pemblokiran ini dirasakan langsung oleh warga di lapangan. M. Said Mubarak yang mendampingi rombongan nelayan Sukabumi, menyampaikan betapa terpukulnya perekonomian warga akibat sulitnya mengakses BBM.

Ekonomi Melumpuh:

Nelayan tidak dapat melaut akibat kelangkaan solar, sementara petani kesulitan mengoperasikan alat pertanian.

Pendapatan Anjlok:

Terhentinya aktivitas produksi memangkas pendapatan harian warga secara drastis.

Pemborosan Waktu:

Warga harus menghabiskan waktu bertajam-jam mencari pasokan BBM ke lokasi yang jauh lebih mahal.

Massa mendesak PT. Pertamina Patra Niaga dan Syarifuddin Sudding untuk segera memberikan klarifikasi terbuka guna menghentikan spekulasi penyalahgunaan wewenang, sekaligus mengembalikan hak masyarakat atas pasokan BBM. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB