BERITA SUMBAR – Sekurangnya ada 13 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat, diterjang banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan banyak akses jalan masyarakat yang terputus.
Kabupaten dan Kota yang berstatus tanggap darurat bencana diantaranya, Kabupaten Agam, Pesisir Selatan, Solok, Pasaman Barat, Bukit Tinggi, Payakumbuh, Padang Panjang dan Meninjau.
Kepada Matafakta.com, Ketua Sanggar Seni Mato Alang, Payakumbuh, Riky Marizon mengatakan, banyak daerah di Sumatra Barat yang terdampak bencana banjir dan tanah lonsor.
“Banyak mamakan korban jiwa dan kerugian materi, rumah warga aset warga banyak terendam dan terahnyut oleh air,” terang Riky, Jumat (28/11/2025).
Untuk itu, Riky mengajak masyarakat Sumatera Barat dan perantau menggalang dana dan bantuan buat korban banjir dan longsor dibeberapa daerah di Sumatra Barat.
“Bantuan yang diperlukan makanan dan pakaian bagi pengungsi korban banjir. Penggalangan dana musibah banjir dan tanah longsor ini sudah berjalan,” tuturnya.
Ditambahkan Riky, bantuan atau donasi yang masuk ke Sanggar Seni Mato Alang, tidak terfokus pada wilayah bencana di Payakumbuh, tapi juga kewilayah lain yang ada di Sumatera Barat.
“Jadi donasi yang masuk ke Sanggar Seni Mato Alang tidak terfokus pada satu daerah, tapi juga wilayah lain yang dianggap membutuhkan,” tandasnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy yang turun memastikan bahwa 13 Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat berstatus tanggap darurat bencana.
“Tiga daerah yang kondisinya yang sangat parah yakni, Kota Padang, Padang Pariaman dan Kabupetan Agam,” terang Vasko.
Dikatakan Vasko, ada ada belasan korban jiwa di Agam ada 5 orang masih dalam pencarian dan tidak menutup kemungkinan korban jiwa akan bertambah.
“Kalau korban luka-luka di Agam, saya kira ratusan. Kami sudah koordinasikan dengan Puskesmas dan RS yang ada untuk memberikan pengobatan untuk korban luka,” ujarnya.
Selain itu, Vasko juga mengingatkan, bantuan logistik bagi saudara kita yang mengalami musibah jangan sampai terlambat, bukan hanya di Agam, tapi juga diwilayah lainnya di Sumatera Barat.
“Kita terus mengupayakan agar bantuan segera bisa tersampaikan kepada warga yang terdampak banjir dan longsor di Sumbar. Barek samo kito pikua ringan samo kito jinjiang,” pungkas Vasco. (Roni Mahendra)






