BERITA BEKASI – Aprialia (31) ibu dari Daffa bayi berusia 11 bulan mengucapkan rasa syukurnya, karena Dafa sudah melalui masa kritisnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Jawa Barat.
Diusianya yang baru 11 bulan, Daffa warga Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi itu, menderita penyakit campak dan demam tinggi yang harus segera mendapatkan penanganan medis.
“Awalnya bingung bang, karena kami tidak memilik data apapun, termasuk jaminan kesehatan,” terang Aprialia kepada Matafakta.com, Kamis (16/10/2025) malam.
Alhamdulillah, kata Aprialia, berkat bantuan dari Anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, Daffa anak kami bisa tertolong.
“Terima kasih bang Irwan (Bogel). Anak saya bukan hanya mendapatkan perawatan, tapi sekarang anak saya juga punya Akte dan BPJS. Alhamdulillah,” ucapnya.
Aprialia pun teringat disaat buahnya hatinya Daffa ketika masih berjuang diruang Nicu, Picu sampai pada akhirnya bisa pindah ke kamar inap setelah melalui masa kritisnya.
“Sekali lagi, Alhamdulillah ya Allah anak kami Daffa selamat. Sehat terus ya Dede Daffa, banyak orang yang mendoa kan kamu agar diberikan kesembuhan sama Allah SWT..Aamiin,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago mengucapkan, terima kasih kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.
“Dengan hal baik ini bisa terlihat bahwa tidak semua Organisasi baik Ormas maupun LSM selalu dipandang jelek dimata sebagian masyarakat,” katanya.
Di LSM GMBI sendiri, lanjut Delvin, memang ada tim atau bagian baik Bidang Kesehatan maupun Bagian Bantuan Hukum bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Sesuai dengan slogan GMBI yang selalu membela kaum lemah dan terzolimi serta mengedepan kan kegiatan sosial bagi masyrakat,” imbuhnya.
Delvin berpesan, kepada semua Anggota LSM GMBI khusus di Kota Bekasi, apapun pendapat orang, teruslah berbuat baik dengan aksi nyata dan bermanfaat bagi orang banyak.
“LSM GMBI akan terus berbuat baik dan hiraukan omongan negative orang terhadap Organisasi baik Ormas maupun LSM yang dianggap tidak berguna,” pungkas Delvin. (Ronny)






