Walikota Sukabumi Bakal Evaluasi Perwal Kenaikan Tunjangan DPRD

- Jurnalis

Selasa, 2 September 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teks Photo: Ribuan Masa Aksi Yang Tergabung Dalam Gerakan Amarah Sukabumi

Teks Photo: Ribuan Masa Aksi Yang Tergabung Dalam Gerakan Amarah Sukabumi

BERITA SUKABUMI – Ribuan massa aksi unjukrasa yang tergabung dalam Gerakan Amarah Rakyat Sukabumi mendesak Walikota Sukabumi, Ayep Zaki, untuk mengevaluasi sekaligus mencabut Peraturan Walikota (Perwal), terkait kenaikan tunjangan DPRD Kota Sukabumi.

Desakan tersebut, disampaikan langsung Koordinator aksi, Aris Gunawan, saat membacakan 11 tuntutan massa aksi unjukrasa, Senin (1/9/2025) kemarin.

Menurutnya, kebijakan tunjangan DPRD seperti tunjangan transportasi dan Perumahan tidak berpihak pada rakyat, terlebih di tengah kondisi sosial yang sedang bergejolak.

Dalam aksi yang dipusatkan ditiga titik, yakni Polres Sukabumi Kota, Gedung DPRD dan Balai Kota Sukabumi, massa juga meminta Ayep Zaki beserta unsur Forkopimda untuk menandatangani hasil tuntutan yang dibawa.

Mereka, memberi waktu tiga hari kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi untuk merealisasikan pencabutan Perwal tersebut.

“Jika dalam waktu tiga hari tuntutan ini tidak dipenuhi, maka ribuan massa akan kembali turun ke jalan dengan kekuatan yang lebih besar,” kata Aris dihadapan Walikota Sukabumi beserta Wakil Bobby Maulana dan jajaran Forkopimda.

Aksi yang berlangsung sejak siang hari ini berjalan hingga malam, sebelum akhirnya massa membubarkan diri sekitar pukul 20.30 WIB setelah dilakukan audiensi singkat dengan Pemerintah Daerah.

Selain soal Perwal tunjangan DPRD, massa juga membawa sederet tuntutan lain diantaranya pencopotan Kapolri, investigasi transparan atas tragedi 28 Agustus 2025, reformasi struktural Polri, pengesahan RUU Perampasan Aset, hingga percepatan pembahasan RUU Transportasi Online.

Aris menegaskan bahwa Gerakan Amarah Rakyat Sukabumi merupakan suara rakyat yang tidak bisa diabaikan.

“Kami tidak akan berhenti menyuarakan ini. Suara rakyat harus didengar, Pemerintah harus berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan elite,” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Rabu, 2 September 2026 - 12:28 WIB

KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP

Berita Terbaru

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB

Photo: Gedung KPK

Berita Utama

Apresiasi Kinerja KPK, AKHERA Ingatkan Kepastian Hukum dan Keadilan

Selasa, 15 Sep 2026 - 18:41 WIB

Photo: Atlit Bowling Kabupaten Sukabumi

Olahraga

Cabor Bowling Kabupaten Sukabumi Targetkan Raih Medali Emas

Selasa, 15 Sep 2026 - 09:47 WIB