Ribuan Ojol Gelar Aksi Solidaritas di Mapolres Sukabumi Kota

- Jurnalis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 19:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Aksi Ojol Di Kota Depan Mapolres Sukabumi Kota

Foto: Aksi Ojol Di Kota Depan Mapolres Sukabumi Kota

BERITA SUKABUMI – Ribuan driver ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polres Sukabumi Kota, Jumat (29/8/2025).

Aksi ini, buntut dari insiden ricuh saat demo di Petamburan, Jakarta yang menyebabkan salah satu rekan mereka asal Sukabumi, Moh. Umar Amarudin, menjadi korban luka dan Affan Kurniawan tewas tergilas kendaraan Rantis.

Selain itu, aksi juga sebagai bentuk solidaritas para ojol terhadap kawan sesama ojol yang menjadi korban aksi brutalitas polisi dengan cara dilindas dan disiksa saat demontrasi di Jakarta Pusat pada Kamis 28 Agustus 2025 malam.

Terpantau dilokasi, ruas Jalan Perintis Kemerdekaan dipadati pengemudi ojol, sehingga arus lalu lintas ditutup sementara.

Suara klakson bersahutan saat massa aksi tiba di lokasi. Mereka juga ada yang membentangkan bendera merah putih dan bendera One Piece.

Aksi pun sempat diwarnai dengan dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat. Massa juga ada yang melemparkan botol air minum ke arah aparat.

Koordinator Lapangan, Asep Saepul Ramdani mengatakan, tuntutan utama dari ojol Sukabumi adalah mundurnya Kapolri Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab atas kematian seorang driver ojol.

“Kami nilai bahwa Kapolri tidak ada track record positif buat kami ojol,” tegas Asep, Jum’at (29/8/2025).

Para ojol juga mendesak pihak Kepolisian untuk mengusut secara tuntas dan seadil-adilnya terhadap kasus yang menewaskan Affan Kurniawan (21) seorang Ojol asal Jakarta.

Ditegaskannya, tuntutan yang disampaikan ojol Sukabumi harus diteruskan oleh Polres Sukabumi Kota. Apabila tidak dilaksanakan, ojol akan kembali menggeruduk Polres Sukabumi Kota.

“Kedua, usut tuntas pelaku yang menggilas teman kita, sehingga teman kita mati. Saya mohon dari pihak Polresta untuk segera melayangkan surat kepada Mabes Polri bahwa Kapolri harus segera turun. Cuma itu yang kami minta,” ulasnya.

“Kalau seandainya tuntutan ini tidak diindahkan, kami ojol khusunya Sukabumi, Indonesia umumnya akan besar-besaran melakukan demo,” ungkapnya.

Seorang ojol asal Sukabumi, Moh. Umar Amarudin (30) yang juga jadi korban brutalitas aparat pada Kamis 28 Agustus 2025 malam juga menjadi perhatian. Saat ini korban sedangan dirawat di RS Pelni, karena mengalami luka-luka diduga akibat dipukuli aparat.

“Dia orang Kecamatan Cikidang. Informasinya patah tulang. Kalau yang meninggal orang Jakarta Barat. Tapi bagi kami siapapun itu korban kami satu aspal, kami akan mendukung teman-teman kami yang mengalami musibah itu,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi mengatakan, akan menyampaikan tuntutan para ojol kepada Kapolda Jawa Barat.

“Kami akan melaporkan semua kegiatannya baik itu perkuatan, jumlah massa aksinya berapa kemudian tuntutannya apa akan kami laporkan. Jadi saya akan melaporkan kepada bapak Kapolda Jawa Barat kegiatan pengamanan hari ini,” pungkasnya. (Eka Lesmana)

Berita Terkait

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota
POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi
Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF
Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat
Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat
KNPI Dorong Forum CSR Kabupaten Sukabumi Terbuka dan Libatkan OKP
Terlibat Judol, Inspektorat Panggil Ratusan ASN Kota Sukabumi
Menhut Raja Antoni: Tren Hotspot Karhutla Menurun, Tapi Belum Aman

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 09:10 WIB

Stok Aman, Polda Metro Jaya Cek Beras di Pasar-Supermarket Tangerang Kota

Minggu, 13 September 2026 - 13:36 WIB

POPDIKSI Dorong Pemeriksaan BOSP SDN 2 Sukaraja Kabupaten Sukabumi

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIB

Ratusan SPPG di Sukabumi Belum Penuhi PBG dan SLF

Jumat, 4 September 2026 - 11:24 WIB

Konflik Lahan Dengan PT. CSA, Pemkab Lingga Abaikan Suara Masyarakat

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Konflik Lahan Masyarakat di Lingga Kepri Perlu Perhatian Pemerintah Pusat

Berita Terbaru

OPM Kembali Melakukan Aksi Kekerasan Terhadap Masyarakat Sipil

Peristiwa

Biadab….!!!, Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat

Kamis, 17 Sep 2026 - 09:18 WIB

Tim-9 Kejaksaan Agung

Berita Utama

Kasus TPPU Senilai Rp846 Miliar Febrie Adriansyah Segera Dilimpahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 19:20 WIB